Sony Garap Film Adaptasi Boneka Labubu (Sumber Gambar: X Popmart)

Sony Garap Film Adaptasi Boneka Labubu, Masuk Tahap Pengembangan Awal

16 November 2025   |   20:18 WIB
Image
Aira Shakuntala Wardhana Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Sony Pictures resmi mengumumkan rencana adaptasi film Labubu, tetapi proyek ini masih berada di fase sangat awal. Belum ada tim kreatif, penulis naskah, sutradara, maupun produser yang ditetapkan, dan studio bahkan belum memutuskan apakah film tersebut akan dibuat dalam format animasi atau live-action.

Sony memilih irit bicara dan menahan komentar terkait perkembangan maupun arah cerita, membuat publik hanya bisa menebak-nebak bentuk akhirnya.

Baca juga: Kekayaan CEO Pop Mart Wang Ning, Jadi Miliarder Muda China Gegara Labubu

Labubu pertama kali hadir pada 2015, diciptakan oleh Kasing Lung, seorang desainer asal Hong Kong yang kini berbasis di Eropa. Boneka ini awalnya diproduksi oleh perusahaan How2Work, sebelum kemudian diambil alih oleh retailer populer asal China, Pop Mart, yang mulai merilisnya pada 2019.

Labubu adalah bagian dari proyek kreatif bertajuk The Monsters, seri karakter yang terinspirasi dari folklor Nordik dan dipadu dengan ciri khas gaya seni Lung yang unik dan surealis.

Popularitas Labubu awalnya di populerkan oleh Lisa Blackpink lalu berkembang pesat di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, sebelum akhirnya merambah ke Amerika Serikat dan pasar global. Lonjakan permintaan turut mendorong munculnya pasar gelap yang memperjualbelikannya dengan harga fantastis hingga mencapai enam digit dolar AS. Pop Mart memperkuat antusiasme tersebut melalui strategi penjualan blind box, di mana pembeli tidak mengetahui karakter yang akan didapatkan hingga kotak dibuka. Sistem ini menciptakan unsur kejutan sekaligus kelangkaan, membuat beberapa rilis menjadi sangat langka dan bernilai tinggi di pasar lelang.

Popularitas Labubu turut meroket setelah sejumlah selebriti memperkenalkannya sebagai bagian dari gaya hidup mewah, termasuk Lisa dari BLACKPINK yang diketahui mengenakan Labubu sebagai aksesori fashion. Fenomena ini mengubah boneka yang awalnya berupa produk niche menjadi simbol status di kalangan kolektor.

Secara bisnis, lini The Monsters telah memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan Pop Mart. Laporan tahunan 2024 mencatat bahwa lini tersebut menghasilkan pendapatan sebesar $430 juta, setara dengan 23,3?ri total pendapatan perusahaan. Pada paruh pertama tahun 2025, angka itu melonjak drastis menjadi $670 juta, atau hampir 35?ri total pendapatan Pop Mart dalam periode tersebut.

Dengan potensi besar dari sisi pasar, budaya pop, dan kekuatan komunitas kolektor, film adaptasi Labubu berpeluang menjadi proyek yang menarik untuk dinantikan. Pertanyaannya kini, apakah Sony akan mengangkatnya sebagai kisah fantasi gelap penuh mitologi, komedi petualangan ramah keluarga, atau bahkan psychological fairy tale yang selaras dengan estetika originalnya.

Baca juga: Aktris Urvashi Rautela Curi Perhatian dengan Tas Hermès Penuh Boneka Labubu di Wimbledon 2025
 

SEBELUMNYA

GoodVibes Botanical Kenalkan Wangi Bunga khas Indonesia dalam Aromaterapi

BERIKUTNYA

Masih Berlangsung, Korea Travel Fair Tawarkan Banyak Promo Liburan ke Korea

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga