Fakta Zombie di Film Abadi Nan Jaya, Dari Kantong Semar Hingga Anomali Virus
04 November 2025 |
10:30 WIB
Karakter zombie pada film horor Abadi Nan Jaya yang tayang di Netflix, sukses menarik perhatian penonton karena berhasil memadukan elemen budaya Indonesia dengan sentuhan produksi kelas dunia. Zombie di film ini memiliki kekhasan lokal, baik dari segi penampilan, ekspresi wajah, hingga gerak-gerik.
Bukan sekadar menakut-nakuti, film ini menghadirkan pengalaman sinematik yang segar berkat desain karakter zombie yang terinspirasi dari tanaman karnivora khas hutan tropis Indonesia, kantong semar. Kreativitas itu tampak nyata sejak pertama kali zombie muncul di layar.
Baca juga: Tayang 23 Oktober 2025 di Netflix, Begini Proses Produksi Film Abadi Nan Jaya
Tak seperti mayat hidup dalam film Barat yang identik dengan kulit pucat dan darah kental, zombie di Abadi Nan Jaya memiliki tekstur dan warna menyerupai urat serta pori-pori khas kantong semar, yakni unik, lembap, dan terasa hidup.
Special effects makeup artist Astrid Sambudiono mengatakan bahwa desain tekstur urat dan luka di tubuh zombie awalnya dirancang secara digital dan kemudian diaplikasikan pada wajah dan tubuh para pemain. Dia dan tim beranggotakan 20 orang menggarap makeup untuk lebih dari 200 pemain zombie yang dibagi dalam tiga kelompok, antara lain zombie utama, zombie pendukung, dan zombie tambahan.
Masing-masing kelompok menggunakan teknik makeup dengan level detail dan tekstur yang berbeda, menyesuaikan dengan intensitas sorotan kamera kepada pemain. Zombie utama, misalnya, menggunakan silikon yang memungkinkan detail dan tekstur makeup lebih tajam.
Sementara itu, zombie pendukung menggunakan bahan bernama prosthetic transfer yang tidak sedetail silikon. Adapun zombie tambahan digunakan tattoo transfer yang memperlihatkan pola luka.
Selain departemen makeup, tim produksi juga menghadirkan koreografer Boby Ari Setiawan untuk melatih gerakan khas zombie. Diawali dengan riset selama enam bulan, Boby merancang lebih dari 200 gerakan berbeda-beda untuk para pemeran zombie.
Boby menerangkan gerakan ini terinspirasi ketika pertama kali virus mengenai tubuh. Transformasinya berupa gerakan anomali yang sifatnya seperti hewan. “Insting dan sifat agresifnya kami adaptasi dari situ,” terangnya, Senin (3/11/2025).
Dia memastikan para pemain konsisten dengan gerakannya masing-masing. Sebab, setiap kali ada efek dari satu gigitan, misalnya di tangan atau leher atau kaki, berakibat pada gestur yang berbeda-beda.
Boby menambahkan bahwa proses workshop bersama para pemain melibatkan olah tubuh sekaligus olah vokal. Konsepnya adalah ketika virus menyerang tubuh, dada terasa seperti terbakar.
Oleh karena itu, zombie tidak bernapas lewat hidung, tapi lewat mulut karena mereka butuh oksigen besar. Akibatnya suara yang keluar dari tubuh mereka pun nyaring. “Jadi tantangan bagi pemain bukan hanya pada tubuh, tapi juga menjaga teknik vokal saat menjadi zombie,” jelasnya.
Sebagai salah satu film thriller yang paling dinantikan tahun ini, Abadi Nan Jaya membawa penonton masuk ke dalam ketegangan yang tiada henti. Dibintangi Mikha Tambayong, Eva Celia, Marthino Lio, Dimas Anggara, Ardit Erwandha, Claresta Taufan, Donny Damara, Varen Arianda Calief, dan Kiki Narendra, film ini berlatar di sebuah desa terpencil dekat Yogyakarta yang menjadi tempat tinggal keluarga pemilik usaha jamu ternama.
Ambisi sang kepala keluarga untuk mempertahankan kekuasaannya dan hasrat untuk tetap awet muda justru memicu keretakan keluarga dan wabah zombie yang tak terduga.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Bukan sekadar menakut-nakuti, film ini menghadirkan pengalaman sinematik yang segar berkat desain karakter zombie yang terinspirasi dari tanaman karnivora khas hutan tropis Indonesia, kantong semar. Kreativitas itu tampak nyata sejak pertama kali zombie muncul di layar.
Baca juga: Tayang 23 Oktober 2025 di Netflix, Begini Proses Produksi Film Abadi Nan Jaya
Tak seperti mayat hidup dalam film Barat yang identik dengan kulit pucat dan darah kental, zombie di Abadi Nan Jaya memiliki tekstur dan warna menyerupai urat serta pori-pori khas kantong semar, yakni unik, lembap, dan terasa hidup.
Special effects makeup artist Astrid Sambudiono mengatakan bahwa desain tekstur urat dan luka di tubuh zombie awalnya dirancang secara digital dan kemudian diaplikasikan pada wajah dan tubuh para pemain. Dia dan tim beranggotakan 20 orang menggarap makeup untuk lebih dari 200 pemain zombie yang dibagi dalam tiga kelompok, antara lain zombie utama, zombie pendukung, dan zombie tambahan.
Masing-masing kelompok menggunakan teknik makeup dengan level detail dan tekstur yang berbeda, menyesuaikan dengan intensitas sorotan kamera kepada pemain. Zombie utama, misalnya, menggunakan silikon yang memungkinkan detail dan tekstur makeup lebih tajam.
Sementara itu, zombie pendukung menggunakan bahan bernama prosthetic transfer yang tidak sedetail silikon. Adapun zombie tambahan digunakan tattoo transfer yang memperlihatkan pola luka.
Selain departemen makeup, tim produksi juga menghadirkan koreografer Boby Ari Setiawan untuk melatih gerakan khas zombie. Diawali dengan riset selama enam bulan, Boby merancang lebih dari 200 gerakan berbeda-beda untuk para pemeran zombie.

Zombie di film Abadi Nan Jaya. (Sumber gambar: Netflix Indonesia)
Boby menerangkan gerakan ini terinspirasi ketika pertama kali virus mengenai tubuh. Transformasinya berupa gerakan anomali yang sifatnya seperti hewan. “Insting dan sifat agresifnya kami adaptasi dari situ,” terangnya, Senin (3/11/2025).
Dia memastikan para pemain konsisten dengan gerakannya masing-masing. Sebab, setiap kali ada efek dari satu gigitan, misalnya di tangan atau leher atau kaki, berakibat pada gestur yang berbeda-beda.
Boby menambahkan bahwa proses workshop bersama para pemain melibatkan olah tubuh sekaligus olah vokal. Konsepnya adalah ketika virus menyerang tubuh, dada terasa seperti terbakar.
Oleh karena itu, zombie tidak bernapas lewat hidung, tapi lewat mulut karena mereka butuh oksigen besar. Akibatnya suara yang keluar dari tubuh mereka pun nyaring. “Jadi tantangan bagi pemain bukan hanya pada tubuh, tapi juga menjaga teknik vokal saat menjadi zombie,” jelasnya.
Sebagai salah satu film thriller yang paling dinantikan tahun ini, Abadi Nan Jaya membawa penonton masuk ke dalam ketegangan yang tiada henti. Dibintangi Mikha Tambayong, Eva Celia, Marthino Lio, Dimas Anggara, Ardit Erwandha, Claresta Taufan, Donny Damara, Varen Arianda Calief, dan Kiki Narendra, film ini berlatar di sebuah desa terpencil dekat Yogyakarta yang menjadi tempat tinggal keluarga pemilik usaha jamu ternama.
Ambisi sang kepala keluarga untuk mempertahankan kekuasaannya dan hasrat untuk tetap awet muda justru memicu keretakan keluarga dan wabah zombie yang tak terduga.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.