Pengunjung melihat karya seni pada pameran Art Jakarta 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (3/10/2025). (Hypeabis.id/Himawan Nugraha)

Art Jakarta 2025 Resmi Dibuka, Perkuat The Cultural and Creative Industry Indonesia

03 October 2025   |   18:25 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Kota Jakarta kembali menjadi sorotan dunia seni rupa sepanjang akhir pekan ini. Salah satu pameran seni terbesar di Asia Tenggara, Art Jakarta 2025, resmi dibuka pada Jumat (3/10/2025) dan akan berlangsung hingga Minggu (5/10/2025) di JIEXPO Kemayoran.

Selama tiga hari penuh, Art Jakarta 2025 akan menjadi rumah bagi 75 galeri dari 16 negara yang menampilkan ragam karya seni kontemporer. Kehadiran para galeri lintas kawasan ini makin menegaskan Art Jakarta sebagai salah satu titik temu penting antara seniman, galeri, kolektor, dan pencinta seni dari Asia dan dunia.

Baca juga: Dari Korea Focus hingga Arus Baru, Ini Agenda Spesial di Art Jakarta 2025

Art Jakarta selama ini dipandang sebagai barometer penting perkembangan seni kontemporer di kawasan. Tidak hanya sekadar pameran, acara ini juga menjadi ruang interaksi yang memungkinkan pertukaran gagasan antara seniman, kolektor, maupun institusi seni dari berbagai belahan dunia. Dengan demikian, setiap edisinya selalu dinantikan oleh komunitas seni internasional.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kembali Art Jakarta 2025. Dia berharap ajang ini dapat terus berlangsung setiap tahun sebagai agenda tetap dalam kalender seni rupa global.

“Art Jakarta telah menjadi barometer kesenian kontemporer, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat internasional," ungkap Riefky

Riefky mengatakan Art Jakarta sebagai sebuah ajang seni tidak hanya menjadi ruang presentasi karya. Sebab, menurutnya, ini juga dipandang sebagai motor penggerak ekonomi kreatif. Dalam hal ekonomi, katanya, seni memang punya ruang yang begitu lentur untuk tumbuh dan berkembang.

Sebab, melalui seni, ruang kolaborasi lintas disiplin juga bisa terjadi. Di luar itu, seni juga bisa jadi ruang diplomasi menarik untuk menjalin hubungan dengan berbagai stakeholder internasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengharapkan bahwa Art Jakarta 2025 diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat seni penting di global. Menurutnya, adanya partisipasi galeri internasional maupun lokal menjadi bukti bahwa ekosistem seni rupa Indonesia juga dapat membangun dialog penting di skena internasional.

Dia menilai bahwa peran seni di masa mendatang tidak hanya terbatas pada kebudayaan, tetapi juga akan berpengaruh besar terhadap ekonomi. Menurutnya, seni memiliki potensi strategis untuk mendukung perkembangan negara dalam berbagai sektor.

“Saat ini ada satu terminologi yang menarik, yakni The Cultural and Creative Industry. Ini adalah bentuk ekonomi masa depan yang akan lebih sustainable,” ungkap Fadli.

Dia pun menekankan bahwa Indonesia perlu mengejar peluang tersebut dengan serius. Dengan kekayaan budaya yang sangat beragam, Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Salah satu wujud ekspresi budaya itu hadir dalam seni rupa.
 

Seni Membangun Kemanusiaan

Fair Director Art Jakarta Tom Tandio mengatakan bahwa pada edisi ke-15 ini, Art Jakarta terus ingin jadi wadah yang lebih dinamis bagi seniman sekaligus memberikan kebebasan kreatif dalam menampilkan karya terbaru mereka. Namun, tak sekadar ruang presentasi, bursa seni ini juga bertujuan untuk makin menegaskan posisi Indonesia di kancah seni regional maupun internasional.

Menurut Tom, dunia saat ini tengah berada dalam situasi penuh ketidakpastian. Berbagai konflik, tekanan politik, dan instabilitas ekonomi yang meluas telah mengusik rasa aman masyarakat global. Dalam kondisi demikian, seni makin memiliki peran yang penting.

"Seni sering kali jadi pengingat kita untuk kembali pada nilai kemanusiaan sekaligus mendorong terciptanya harapan kolektif untuk membangun peradaban yang lebih tenang dan lebih baik," ungkapnya dalam pembukaan Art Jakarta 2025, di JIExpo Kemayoran, Jumat (3/10/2025).

Dalam kesempatan ini, Tom juga mengungkap rencana menghadirkan mengembangkan ekosistem seni di Indonesia dengan menghidupkan Art Jakarta Paper, sebuah program baru yang berfokus pada karya seni berbasis kertas. IP baru ini bakal diluncurkan tahun depan. Dirinya memposisikan program ini untuk menjadi pelengkap dari Art Jakarta dan Art Jakarta Gardens yang sudah lebih dahulu ada.

Jika Art Jakarta Gardens sukses menghadirkan karya patung serta instalasi di ruang terbuka, Art Jakarta Paper akan memberi perhatian khusus pada eksplorasi seni dengan medium kertas. Tom berharap medium ini mendapat tempat tersendiri dalam penyelenggaraan pameran seni rupa di Indonesia.

Dengan langkah tersebut, Art Jakarta berambisi meningkatkan apresiasi publik terhadap karya seni kertas. Harapannya, medium ini dapat dipandang bukan sekadar pelengkap, melainkan sebagai bagian penting dari proses kreatif seni rupa.

Tahun ini, sejumlah galeri diprediksi menarik perhatian para pecinta seni di Art Jakarta 2025. Dari kancah internasional, hadir Kaikai Kiki Gallery asal Jepang yang didirikan Takashi Murakami dan dikenal luas melalui estetika pop art yang khas. Sementara itu, dari Eropa terdapat Esther Schipper yang berbasis di Berlin dengan cabang di Paris dan Seoul, serta Khankhalaev Gallery dari Moscow yang mewakili Rusia.

Kawasan Asia Tenggara juga memperlihatkan kehadiran yang signifikan. Warin Lab Contemporary dari Bangkok, A+Works of Art dan The Back Room dari Malaysia, hingga C Square Gallery asal Taichung, Taiwan, turut memeriahkan pameran. Selain itu, Vin Gallery yang beroperasi di Vietnam dan Shanghai menampilkan dinamika lintas batas dalam perkembangan seni kontemporer Asia.

Dari dalam negeri, sejumlah galeri tampil untuk memperkuat representasi seni rupa Indonesia. Ara Contemporary, ArtSerpong Gallery, dan ArtSociates membawa karya seniman lokal dengan keragaman pendekatan dan tema.

Selain pameran utama, Art Jakarta 2025 juga menghadirkan Public Program, yakni rangkaian kegiatan terbuka yang bertujuan memperluas jangkauan seni kepada publik. Program ini meliputi diskusi, peluncuran buku, pertunjukan seni, hingga perkenalan karya musik yang bisa dinikmati langsung oleh pengunjung.

Baca juga: Cek Cara Beli Tiket Pameran Art Jakarta 2025, Digelar 3-5 Oktober 2025

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Timnas Indonesia Siap Jalani Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Emil Audero Absen

BERIKUTNYA

Ombak yang Belum Tidur: Ipeh Nur, Mitologi, dan Jejak Bencana di Art Jakarta 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga