Dari Korea Focus hingga Arus Baru, Ini Agenda Spesial di Art Jakarta 2025
02 October 2025 |
06:00 WIB
Art Jakarta siap kembali menjadi pusat perhatian dunia seni pada akhir pekan ini. Ajang seni tahunan itu akan berlangsung pada 3–5 Oktober 2025 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran. Pameran seni rupa berskala internasional ini menghadirkan karya-karya terbaik dari seniman dalam dan luar negeri.
Pada tahun ini, secara keseluruhan terdapat 75 galeri yang berpartisipasi di Art Jakarta 2025. Fokus utama tetap pada seni kontemporer Asia Tenggara, namun kehadiran galeri dari berbagai negara membuatnya menjadi titik temu penting antara seniman, kolektor, galeri, dan para pencinta seni dari seluruh dunia.
Baca juga: Cek Daftar dan Jadwal Programme Art Jakarta 2025, Digelar 3-5 Oktober
Tidak hanya pameran utama, Art Jakarta 2025 juga akan menghadirkan Public Program, sebuah rangkaian acara terbuka untuk menghubungkan seni dengan publik yang lebih luas. Program ini mencakup diskusi, peluncuran buku, pertunjukan seni, hingga peluncuran karya musik yang dapat Genhype nikmati secara langsung.
Beberapa sorotan di Art Jakarta adalah suguhan karya-karya istimewa kolaborasi antara seniman dengan para sponsor utama. Jenama Bibit, misalnya, akan memamerkan salah satu karya Agus Suwage, Potret Diri dan Panggung Sandiwara, lewat program interaktif di mana pengunjung dapat menjelajahi makna seputar tema “Portrait of Possibilities” yang menjadi narasi pameran.
Tak hanya itu, Art Jakarta 2025 juga tetap mempertahankan program-program aslinya, termasuk SPOT untuk memamerkan instalasi terkurasi, SCENE sebagai kolektif seniman dan nirlaba untuk menggalang dana, dan AJX sebagai wadah lembaga atau perusahaan swasta menampilkan koleksi mereka bagi audiens yang lebih luas.
Menariknya, AJX tahun ini akan menghadirkan tiga program penting: Korea Focus, MTN (Manajemen Talenta Nasional) Seni Rupa, serta kolaborasi dengan Nata-Citta Art Space (N-CAS) dari ISI Bali yang menghadirkan seni rupa kontemporer Bali. Ketiga program tersebut tentu bakal semakin menyemarakkan agenda Art Jakarta 2025.
Lantas, karya siapa saja yang bakal dipajang dalam segmen tersebut? Dihimpun dari sumber resmi, berikut sorotan utama dalam program AJX yang bisa menjadi alasan kuat bagi Genhype untuk datang dan mengapresiasinya pada gelaran Art Jakarta 2025:
1. Korea Focus
Kolaborasi ini hadir lewat dukungan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea serta Korea Arts Management Service. Menampilkan 12 galeri muda Korea yang progresif, program ini nantinya akan menyoroti suara-suara paling menjanjikan dalam seni kontemporer dari negeri Ginseng.
Bagi banyak galeri, Art Jakarta 2025 akan menjadi panggung pertama mereka di pameran seni internasional, sebuah debut penting yang mempertegas misi pertukaran budaya. Melalui Korea Focus, pengunjung diajak mengalami perjumpaan langsung dengan seni kontemporer Korea.
2. Nata-Citta Art Space
Nata-Citta Art Space (N-CAS) menampilkan karya sebelas seniman sekaligus akademisi ISI Bali dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Mereka adalah Wayan Kun Adnyana, Ketut Muka Pendet, Made Jodog, Wayan Sujana Suklu, Wayan Setem, Made Bendi Yudha, Made Suparta, Ida Bagus Candrayana, Ida Ayu Gede Artayani, Gede Jaya Putra, dan Made Hendra Pramayasa.
Karya-karya mereka melampaui manerisme dan pengulangan klise, menawarkan kesegaran dalam gaya, estetika, dan tema. Melalui pendekatan ini, N-CAS menghadirkan wajah baru seni rupa Bali yang dinamis, sekaligus menegaskan peran penting seniman-akademisi dalam mengembangkan lanskap seni kontemporer Indonesia.
3. Manajemen Talenta Nasional
Diusung dalam tajuk Arus Baru, program ini menampilkan karya-karya dari Dzikra Afifah, Iwan Yusuf, Maryam Sofrina, Natasha Tontey, Syaiful Garibaldi, dan Uji Handoko. Dikurasi oleh Agung Hujatnika, segmen ini diproyeksikan membawa energi baru bagi seni rupa Indonesia, dengan karya yang lahir dari riset, eksperimen, serta refleksi atas isu-isu kontemporer.
Dukungan program ini datang dari Kementerian Kebudayaan melalui MTN Seni Budaya, sebuah program prioritas nasional yang bertujuan mengembangkan talenta seni dan budaya secara terstruktur dan berkelanjutan. Arus Baru bukan hanya ruang pamer, melainkan juga jalur pembuka bagi pertumbuhan dan pengembangan karier seniman muda Indonesia di kancah nasional maupun internasional.
Pada tahun ini, secara keseluruhan terdapat 75 galeri yang berpartisipasi di Art Jakarta 2025. Fokus utama tetap pada seni kontemporer Asia Tenggara, namun kehadiran galeri dari berbagai negara membuatnya menjadi titik temu penting antara seniman, kolektor, galeri, dan para pencinta seni dari seluruh dunia.
Baca juga: Cek Daftar dan Jadwal Programme Art Jakarta 2025, Digelar 3-5 Oktober
Tidak hanya pameran utama, Art Jakarta 2025 juga akan menghadirkan Public Program, sebuah rangkaian acara terbuka untuk menghubungkan seni dengan publik yang lebih luas. Program ini mencakup diskusi, peluncuran buku, pertunjukan seni, hingga peluncuran karya musik yang dapat Genhype nikmati secara langsung.
Beberapa sorotan di Art Jakarta adalah suguhan karya-karya istimewa kolaborasi antara seniman dengan para sponsor utama. Jenama Bibit, misalnya, akan memamerkan salah satu karya Agus Suwage, Potret Diri dan Panggung Sandiwara, lewat program interaktif di mana pengunjung dapat menjelajahi makna seputar tema “Portrait of Possibilities” yang menjadi narasi pameran.
Tak hanya itu, Art Jakarta 2025 juga tetap mempertahankan program-program aslinya, termasuk SPOT untuk memamerkan instalasi terkurasi, SCENE sebagai kolektif seniman dan nirlaba untuk menggalang dana, dan AJX sebagai wadah lembaga atau perusahaan swasta menampilkan koleksi mereka bagi audiens yang lebih luas.
Menariknya, AJX tahun ini akan menghadirkan tiga program penting: Korea Focus, MTN (Manajemen Talenta Nasional) Seni Rupa, serta kolaborasi dengan Nata-Citta Art Space (N-CAS) dari ISI Bali yang menghadirkan seni rupa kontemporer Bali. Ketiga program tersebut tentu bakal semakin menyemarakkan agenda Art Jakarta 2025.
Lantas, karya siapa saja yang bakal dipajang dalam segmen tersebut? Dihimpun dari sumber resmi, berikut sorotan utama dalam program AJX yang bisa menjadi alasan kuat bagi Genhype untuk datang dan mengapresiasinya pada gelaran Art Jakarta 2025:
1. Korea Focus
Kolaborasi ini hadir lewat dukungan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea serta Korea Arts Management Service. Menampilkan 12 galeri muda Korea yang progresif, program ini nantinya akan menyoroti suara-suara paling menjanjikan dalam seni kontemporer dari negeri Ginseng.
Bagi banyak galeri, Art Jakarta 2025 akan menjadi panggung pertama mereka di pameran seni internasional, sebuah debut penting yang mempertegas misi pertukaran budaya. Melalui Korea Focus, pengunjung diajak mengalami perjumpaan langsung dengan seni kontemporer Korea.
2. Nata-Citta Art Space
Nata-Citta Art Space (N-CAS) menampilkan karya sebelas seniman sekaligus akademisi ISI Bali dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Mereka adalah Wayan Kun Adnyana, Ketut Muka Pendet, Made Jodog, Wayan Sujana Suklu, Wayan Setem, Made Bendi Yudha, Made Suparta, Ida Bagus Candrayana, Ida Ayu Gede Artayani, Gede Jaya Putra, dan Made Hendra Pramayasa.
Karya-karya mereka melampaui manerisme dan pengulangan klise, menawarkan kesegaran dalam gaya, estetika, dan tema. Melalui pendekatan ini, N-CAS menghadirkan wajah baru seni rupa Bali yang dinamis, sekaligus menegaskan peran penting seniman-akademisi dalam mengembangkan lanskap seni kontemporer Indonesia.
3. Manajemen Talenta Nasional
Diusung dalam tajuk Arus Baru, program ini menampilkan karya-karya dari Dzikra Afifah, Iwan Yusuf, Maryam Sofrina, Natasha Tontey, Syaiful Garibaldi, dan Uji Handoko. Dikurasi oleh Agung Hujatnika, segmen ini diproyeksikan membawa energi baru bagi seni rupa Indonesia, dengan karya yang lahir dari riset, eksperimen, serta refleksi atas isu-isu kontemporer.
Dukungan program ini datang dari Kementerian Kebudayaan melalui MTN Seni Budaya, sebuah program prioritas nasional yang bertujuan mengembangkan talenta seni dan budaya secara terstruktur dan berkelanjutan. Arus Baru bukan hanya ruang pamer, melainkan juga jalur pembuka bagi pertumbuhan dan pengembangan karier seniman muda Indonesia di kancah nasional maupun internasional.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.