Tampilan platform AI lokal, Korika Chat. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Korika Chat, Platform AI Buatan Lokal Meluncur untuk BUMN hingga UMKM

16 September 2025   |   18:13 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Korika Chat (KChat), kecerdasan artifisial generatif lokal meluncur di acara AI Innovation Summit (AIIS) 2025. Platform kecerdasan buatan berbasis privacy-first dan open-source ini hadir untuk mendukung BUMN, lembaga publik, perusahaan hingga UMKM, sekaligus mempercepat kedaulatan digital Indonesia.

Presiden Korika Hammam Riza menegaskan bahwa KChat adalah simbol kolaborasi strategis dan kemandirian digital bangsa. Sebagai Generative AI lokal yang dibuat oleh anak bangsa untuk kebutuhan bangsa, Korika Chat katanya hadir bukan sekadar sebagai chatbot, melainkan sebagai fondasi strategis bagi BUMN, lembaga publik, hingga UMKM dalam menghadirkan layanan yang inklusif, efisien, dan terpercaya. 

“Kehadiran Korika Chat sekaligus membuktikan bahwa anak bangsa mampu melahirkan teknologi berkelas dunia yang tetap berpijak pada kebutuhan dan konteks Indonesia,” ujarnya saat peluncuran di AI Innovation Summit (AIIS) 2025, Selasa (16/9/2025). 

Peluncuran ini, lanjut Hammam, menjadi wujud nyata dari implementasi Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) menuju Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Indonesia. Kehadiran Korika Chat bukan cuma penanda lahirnya produk teknologi baru, tapi juga representasi kedaulatan digital Indonesia di tengah pertumbuhan pesat ekosistem kecerdasan artifisial dunia. 

Baca juga: OpenAI akan Menambah Fitur Parental Control di ChatGPT 

Adapun, Korika Chat dikembangkan Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) bersama DataSaur AI, perusahaan global yang berfokus pada pengembangan platform large language models (LLM). 

Korika Chat dirancang dengan prinsip privacy-first dan berbasis open-source. Seluruh data dienkripsi dan disimpan secara aman di server klien, baik di server fisik, Virtual Private Cloud (VPC), maupun cloud provider. Dengan desain tersebut, organisasi tidak lagi bergantung pada vendor asing dan tetap dapat memastikan kepatuhan pada regulasi nasional. 

Peluncuran Korika Chat di AIIS 2025 diperkuat dengan demo langsung yang memperlihatkan bagaimana teknologi ini bekerja di hadapan publik. Dalam sesi demonstrasi, Korika Chat menunjukkan kemampuannya menelusuri ribuan dokumen publik dalam hitungan detik, memahami pertanyaan secara kontekstual, dan berinteraksi layaknya asisten virtual. 

Platform ini bisa digunakan untuk berbagai skenario, mulai dari chatbot layanan publik, dukungan pelanggan perusahaan, riset, hingga otomasi business intelligence
 

A

Korika Chat (KChat), kecerdasan artifisial generatif lokal meluncur di acara AI Innovation Summit (AIIS) 2025. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Timotius Devin, AI Product Manager & VP of Business Development (APAC) DataSaur AI, menjelaskan bahwa keunggulan Korika Chat terletak pada kapabilitasnya sebagai AI Agent.

Platform AI ini dirancang melampaui sekadar menjawab pertanyaan, tetapi mampu berperan sebagai agen yang terhubung langsung dengan aplikasi lain, menjalankan fungsi tertentu, dan menghadirkan pengalaman chatbot yang konsisten. 

“Dengan dukungan multi-LLM, opsi kustomisasi white-label, dan model bisnis berbasis lisensi yang fleksibel, menjadi solusi kecerdasan artifisial yang aman, terukur, dan dapat diadopsi dengan mudah oleh organisasi dari skala kecil hingga besar,” sebutnya.

Korika Chat dapat diakses melalui kanal web maupun WhatsApp, termasuk di perangkat smartphone. Bagi BUMN dan lembaga publik, platform AI ini dapat mempercepat birokrasi, meningkatkan kualitas layanan, dan mendorong transparansi regulasi. 

Bagi perusahaan, Korika Chat menawarkan percepatan adopsi kecerdasan artifisial melalui template industri siap pakai serta menghadirkan solusi kepatuhan yang efisien dan hemat biaya. Sementara bagi karyawan, platform ini membantu meningkatkan produktivitas dan mempermudah manajemen pengetahuan, bahkan dapat diimplementasikan hanya dalam waktu satu minggu.

Untuk memastikan relevansi jangka panjang, Korika menyiapkan peta jalan pengembangan Korika Chat. Pada 2025, Korika Chat akan dilengkapi antarmuka drag-and-drop yang memungkinkan siapa pun untuk merancang agen AI tanpa keahlian teknis, serta berbagai template project siap pakai untuk sektor publik maupun swasta. 

Pada 2026, Korika Chat bakal menghadirkan kapabilitas percakapan realtime berbasis teks maupun suara, yang akan menjadikannya asisten virtual dengan interaksi lebih natural dan intuitif. Sekretaris Jenderal Korika Oskar Riandi, menegaskan bahwa peta jalan ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan teknologi yang adaptif sekaligus berkelanjutan.

"Korika Chat akan terus berevolusi sesuai kebutuhan bangsa. Inovasi ini diharapkan mempercepat adopsi kecerdasan artifisial di pemerintahan, BUMN, dan UMKM, serta memperkuat daya saing ekosistem kecerdasan artifisial Indonesia di panggung global,” tuturnya. 

Baca juga: Perusahaan Teknologi Humain Luncurkan Chatbot AI Berbahasa Arab, Dilengkapi Nilai-nilai Islami 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Joe Taslim Bawa Kabar Bahagia Sepulang dari Toronto International Film Festival 2025

BERIKUTNYA

10 Contoh Prompt Gemini AI Terpopuler untuk Ubah Foto Jadi Karya Kreatif dan Estetik

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga