Yapping adalah istilah yang tengah populer di media sosial. (Sumber gambar: Ryder Meehan/Pexels)

Arti & Asal-Usul Yapping, Istilah yang Populer di Media Sosial

07 August 2025   |   14:38 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Dunia media sosial terus melahirkan istilah baru dan digunakan banyak warganet hingga akhirnya viral. Salah satu istilah yang tengah populer ialah yapping, dengan beberapa variasi penggunaan katanya yang lain seperti yap dan yapper. 
 
Yapping sering digunakan untuk merujuk pada sikap seseorang yang berbicara terus-menerus. Alih-alih membicarakan hal yang penting, biasanya orang yang melakukan yapping dianggap hanya omong kosong. Pembicaraan yang tidak benar-benar penting dan berisi.
Di media sosial, istilah yapping biasanya digunakan untuk berbagai macam konten. Misalnya, seseorang yang merekam dirinya lalu membicarakan suatu hal dan mengutarakan pendapatnya. Atau, digunakan untuk konten dua orang atau lebih yang sedang bertemu di sebuah kafe dan ngobrol bersama.
 
Ada juga konten pasangan yang hendak menunjukkan bahwa salah satu dari mereka suka yapping alias ngoceh atau ngomong melulu. Biasanya digambarkan bahwa pihak perempuan yang sering yapping terhadap kekasih atau suaminya, dan menjadi konten yang relate dengan banyak orang.
 
Lantas, apa yang dimaksud dengan istilah yapping?
 

Apa Itu Yapping?

Menurut Oxford Learner's Dictionaries, yapping berarti berbicara dengan cara yang konyol, berisik dan biasanya menyebalkan. Selain itu, yapping juga bisa diartikan sebagai perilaku anjing kecil yang terus menggonggong dengan suara tinggi, tajam, dan biasanya mengganggu.
 
Sementara itu, menurut Urban Dictionary, yapping ialah tindakan seseorang berbicara tanpa makna atau pertimbangan tertentu secara panjang lebar kepada audiens. Pembicaraan itu tidak menarik sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan, kekesalan, dan/atau ketidakpuasan bagi pendengar atau lawan bicaranya.
 
Istilah yapping berasal dari kata 'yap' untuk menggambarkan gonggongan anjing kecil yang mengganggu. Mengutip Cambridge Dictionary, istilah yap merujuk pada makna seekor anjing kecil yang menggonggong, dengan suara yang pendek dan melengking. 
 
Selain yapping, muncul juga istilah yapper yang merujuk pada makna seseorang yang terlalu banyak bicara atau berbagi (over sharing). Seseorang yang dicap yapper biasanya berbicara terus-menerus, seringkali panjang lebar, dan terkadang sampai membuat orang lain atau lawan bicaranya kewalahan hingga merasa terganggu.
 
Dikutip dari Astro Safe, yapper biasanya digunakan dalam suasana informal dan santai di mana bahasa gaul secara alami berkembang pesat, misalnya obrolan grup, nongkrong santai, forum daring, dan bercandaan di media sosial.
 
Istilah ini bisa muncul dalam pesan teks teman yang mengeluhkan teman sekamarnya yang tak henti-hentinya berbicara, atau di kolom komentar Reddit yang menggambarkan seorang pengguna yang menulis balasan
berparagraf-paragraf untuk setiap unggahan. Atau seseorang mungkin membisikkan kepada teman di pesta ketika ada yang berbicara terlalu panjang seperti monolog.
 
Karena merupakan istilah gaul, istilah ini kurang umum digunakan di lingkungan profesional atau akademis. Sebaliknya, istilah yapper biasanya digunakan dalam lingkaran sosial sehari-hari di mana orang-orang merasa nyaman untuk saling mengejek dengan sedikit humor.
 

Asal-Usul Istilah Yapping

Seorang profesor linguistik di Syracuse University, Sylvia Sierra, mengatakan 'yap' awalnya adalah kata benda yang digunakan untuk menggambarkan seekor anjing kecil pada tahun 1600-an. Namun, seiring waktu, kata itu mengalami pergeseran semantik sehingga maknanya berubah.
 
"Yap" menjadi kata kerja yang digunakan untuk menggambarkan suara gonggongan anjing yang melengking dan bernada tinggi, dan pada tahun 1800-an, kata itu bermakna celoteh manusia. Rapper seperti Jay-Z dan Lil Nas menggunakan kata itu dalam lagu-lagu mereka pada tahun 1990-an, hingga sekarang populer di TikTok.
 
"Saya pikir yang mungkin terjadi adalah karena TikTok adalah platform yang sebagian besar isinya orang-orang yang mengobrol, 'yapping' adalah kata kerja yang sudah ada dan mudah diterapkan pada perilaku linguistik di platform ini," kata Sierra dilansir dari Yahoo! News.
 
Istilah yapping disebut mulai populer di dunia maya pada pertengahan 2023 sebagai cara untuk mengolok-olok seseorang yang banyak bicara dan terkadang untuk merendahkan pendapatnya. Noël Wolf, pakar linguistik dan budaya untuk platform pembelajaran bahasa Babbel, mengatakan bahwa banyak kata seperti "yap" telah mengalami kebangkitan berkat konten viral dan meme di TikTok, X, dan Instagram.
 
Menurutnya, budaya anak muda memainkan peran penting dalam memengaruhi tren bahasa daring, membentuk bahasa gaul dan ekspresi yang mencerminkan pengalaman budaya mereka. Platform media sosial, lanjutnya, menjadi ladang subur bagi inovasi linguistik, tempat para influencer maupun pengguna biasa memperkenalkan dan mempopulerkan ekspresi baru atau menghidupkan kembali ekspresi lama.
 
Bagi Wolf, "yapping" lebih dari sekadar kata konyol yang kembali populer, ini adalah bukti bahwa bahasa selalu berkembang secara daring. "Seiring bahasa kita terus dibentuk oleh komunikasi digital, kita dapat memperkirakan akan melihat lebih banyak kata dan frasa dari masa lalu kembali muncul dalam bentuk meme dan bahasa gaul internet," ujarnya.

SEBELUMNYA

Weapons Tayang Lebih Awal di Indonesia, Cek Fakta Menariknya

BERIKUTNYA

Bangku Berpaku hingga Trotoar Miring, Apa Itu Hostile Architecture?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: