Progres Film Rangga & Cinta Sudah 95%, Siap Ajak Nostalgia
28 July 2025 |
21:30 WIB
Setelah 23 tahun, kisah remaja dan romansa penuh dinamika Geng Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta? (2002) akan kembali hadir di film Rangga & Cinta. Filmnya akan mulai tayang di bioskop pada 2 Oktober 2025. Jelang perilisannya, rumah produksi Miles Films pun telah meluncurkan poster dan trailer film tentang kisah cinta masa remaja tersebut.
Poster resmi film Rangga & Cinta menampilkan karakter utama film ini, yaitu Cinta (diperankan oleh Leya Princy) dan Rangga (El Putra Sarira), dengan mempertahankan grafis warna-warni khas Ada Apa Dengan Cinta? (2002), namun dengan nuansa gradien warna yang berbeda. Poster ini mencoba menghadirkan energi baru dalam pilihan warna namun tetap membawa kesan nostalgia yang kuat.
Baca juga: 13 Film Indonesia Tayang Agustus 2025 di Bioskop, Beragam Genre!
Baca juga: 13 Film Indonesia Tayang Agustus 2025 di Bioskop, Beragam Genre!
Selain itu, trailer resmi film Rangga & Cinta juga diluncukan. Klip berdurasi dua menit itu memperlihatkan cuplikan bakat para pemain yang merupakan aktor dan aktris pendatang berbakat, dalam berakting, menari, dan bernyanyi.
Trailer tersebut membuka lembar nostalgia kisah Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) yang sudah dikenal oleh pencintanya, sekaligus menghadirkan adegan dan dialog baru untuk penonton hari ini. Para pemeran hadir menginterpretasikan kembali karakter-karakter dalam dunia AADC, seperti Alya, Maura, Milly, Karmen, serta Mamet dan Borne bersama kelompoknya.
Selain suara merdu Leya Princy, terdengar juga suara lirih El Putra Sarira yang membawakan lagu "Suara Hati Seorang Kekasih" ciptaan Melly Goeslaw. Trailer juga menampilkan satu karakter baru yakni sosok Limbong, penjual buku di pasar buku bekas Kwitang yang diperankan aktor Gito Rollies di film AADC, kini diperankan oleh komika sekaligus aktor Boris Bokir.
Karakter ini menambah deretan karakter-karakter film Rangga & Cinta yang telah diperkenalkan, yaitu El Putra Sarira sebagai Rangga, Leya Princy (Cinta), Jasmine Nadya (Alya), Kyandra Sembel (Maura), Katyana Mawira (Milly), Daniella Tumiwa (Karmen), Rafly Altama (Mamet), dan Rafi Sudirman (Borne).

Jajaran kru dan pemain film Rangga & Cinta dalam acara konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (28/7/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta.
Produser Mira Lesmana mengatakan saat ini proses penggarapan film Rangga & Cinta telah mencapai 95 persen. Saat ini, proses pascaproduksinya masih menyempurnakan dari sisi color grading film. Setelah tahapan itu selesai, nantinya akan dilakukan tes Digital Cinema Package (DCP) atau format digital film sebelum resmi dirilis di bioskop pada 2 Oktober 2025.
"Jadi sebenarnya sudah benar-benar hampir jadi, sudah 95 persen. Kami baru saja hari Sabtu [26 Juli] kemarin me-lock suara, yang itu juga lumayan ribet karena musiknya banyak," katanya saat ditemui awak media di XXI Plaza Senayan, Senin (28/7/2025).
Menurut Mira, Rangga & Cinta adalah perayaan kisah AADC yang sudah melekat di hati banyak orang dan mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Kini, pihaknya ingin menghadirkan kembali cerita tersebut dengan wajah baru dan sentuhan musik yang lebih kental.
"Di trailer ini, kami berharap penonton bisa merasakan kedekatan emosional yang lebih dalam saat Rangga dan Cinta mengekspresikan perasaan melalui alunan suara mereka," imbuhnya.
Sineas berusia 60 tahun itu juga menuturkan sejak awal, film Rangga & Cinta dibuat untuk menghadirkan versi rebirth/reborn dari AADC yang fenomenal. Dengan begitu, penonton tetap bisa merasa bernostalgia sekaligus berkenalan dengan para pemeran muda berbakat dalam film ini.
Unsur-unsur dalam film Rangga & Cinta pun akan disesuaikan dengan perkembangan dan tren hari ini seperti dari sisi musik dan koreografi. Dengan begitu, filmnya akan tetap terasa baru meskipun setting ceritanya mengambil latar periodik era awal 2000-an.
"Jadi kita memang mengajak [generasi] yang dulu untuk tetap bisa recall memory, nostalgia, dan sebagainya. Tapi tentunya kita juga ingin memberikan sesuatu yang segar dan baru untuk generasi anak SMA hari ini. Mudah-mudahan itu bisa dicapai," kata produser film Petualangan Sherina (2000) itu.
Film Rangga & Cinta disutradarai oleh Riri Riza, sementara naskahnya ditulis oleh Mira Lesmana dan Titien Wattimena. Mira juga bertindak sebagai produser bersama Nicholas Saputra dan Toto Prasetyanto. Film ini juga menggandeng pasangan musisi Melly Goeslaw dan Anto Hoed sebagai penata musik.
Riri Riza mengatakan salah satu kekuatan film Rangga & Cinta ialah emosi ketika dua dunia bertemu yang direpresentasikan oleh karakter Cinta dan Rangga, sama seperti film pendahulunya yakni AADC. Menurutnya, perbedaan yang kontras dari kedua karakter ikonik itu menjadi kekuatan tersendiri dari film Rangga dan Cinta.
Sutradara berusia 54 tahun itu salah satu kebaruan dari film Rangga & Cinta ialah jajaran pemainnya yang merupakan wajah-wajah baru bukan hanya bagi cerita AADC, tapi juga industri perfilman Indonesia. Dalam film Rangga & Cinta, Riri dan tim ingin mempertahankan ruh cerita asli, dengan menawarkan kebaruan dinamika antara karakternya.
"Kami bekerja menemukan sesuatu yang baru, dan ketika berlatih, mereka [para pemain] semua memberi diri mereka. Karena mereka juga mungkin merasakan apa yang ada dalam situasinya film Rangga & Cinta, dan itu yang dikontribusikan mereka untuk masing-masing perannya. Setelah proses berjalan, mereka menjadi sesuatu yang secara organik itu baru," ucapnya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.