Pelakon memainkan pertunjukan panggung musikal Petualangan Sherina di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (10/7/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Kisah Petualangan Sherina & Penanda Kebangkitan Dua Medium Seni

13 July 2025   |   20:39 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Petualangan Sherina bukan sekadar film anak-anak biasa. Sejak pertama kali dirilis di bioskop pada tahun 2000, film ini langsung mencuri perhatian dan menyentuh banyak hati. Bertahun-tahun setelahnya, film ini terus dikenang, bahkan diceritakan ulang dalam medium yang berbeda.

Tema-tema tentang persahabatan, keberanian, dan petualangan anak-anak yang ditawarkan dalam cerita ini seolah tak pernah lekang oleh zaman. Akan tetapi, lebih dari sekadar cerita, Petualangan Sherina juga dipandang sebagai lambang penting bagi kebangkitan dua medium seni sekaligus, yakni film dan musikal, yang dianggap sempat tak begitu bergairah.

Sutradara Musikal Petualangan Sherina (2025) Nuya Susantono mengatakan pihaknya mengaku bersyukur bisa mementaskan kembali cerita Petualangan Sherina. Menurutnya, kisah tentang dua anak kecil bernama Sherina dan Sadam ini memang akan terus relevan melintas zaman. 

Baca juga: Cerita Sutradara Soal Eksplorasi Teknologi Visual di Panggung Musikal Petualangan Sherina 2025 

Bukan hanya karena ceritanya yang menarik, kata Nuya, Petualangan Sherina juga dirasa penting untuk diceritakan ulang karena menjadi penanda kebangkitan industri film dan musikal. Jadi, selain menikmati kisahnya, penonton pun menyaksikan sekaligus merefleksi satu kisah penting ini secara lebih kompleks.

"Saat tayang pada medio 2000-an, film ini menjadi penanda kebangkitan perfilman Indonesia saat itu. Berpuluh-puluh tahun kemudian, kisah yang sama juga menjadi salah satu titik kebangkitan teater musikal di Indonesia," ungkapnya.

Nuya mengatakan kisah Petualangan Sherina kini sudah memasuki musim keempat sejak dialihwahanakan ke teater musikal pertama kali pada 2017. Kisah yang sama kemudian diadaptasi lagi pada 2018, 2022, dan kini kembali diangkat ke atas panggung.

Meski secara benang merah ceritanya masih sama, Nuya menyebut kisah Petualangan Sherina kali ini akan tampil dengan konsep dan pendekatan yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini, pihaknya menghadirkan kisah ini dengan format baru yang lebih dinamis dan permainan tata panggung yang lebih imersif.

Sementara itu, produser film Petualangan Sherina Mira Lesmana mengatakan dirinya sangat senang karena kisah ini bisa tetap hidup dan diceritakan. Dia menyebut, setiap kali menonton Petualangan Sherina versi musikal, dirinya selalu merasa tergugah dan terkadang menangis.

"Saya senang karena ini juga menjadi pertunjukan bakat-bakat belia yang luar biasa. Mereka itu menampilkan semuanya live, suaranya bagus banget," kata Mira.
 

Pelakon memainkan pertunjukan panggung musikal Petualangan Sherina di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (10/7/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Pelakon memainkan pertunjukan panggung musikal Petualangan Sherina di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (10/7/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Produser Petualangan Sherina, Riri Riza, juga mengungkapkan bahwa dirinya tak pernah membayangkan kisah ini bisa terus diberi kehidupan baru dari waktu ke waktu. Setelah 25 tahun berlalu, dia merasa bahagia karena cerita dan lagu-lagu dalam Petualangan Sherina masih melekat di hati masyarakat. Kini, sekali lagi hadir kembali dalam bentuk teater musikal. 

Hal yang lebih menyenangkannya, inisiatif-inisiatif seperti ini bukan hanya memperkenalkan kembali karya klasik kepada generasi baru. Akan tetapi, pertunjukan ini juga membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru di dunia seni peran serta memperkuat ketertarikan publik terhadap seni pertunjukan teater.

Sebagai informasi, Beberapa alumni pemeran Sherina dan Sadam dari tahun-tahun sebelumnya, seperti Maisha Kanna, Rara Sudirman, dan Quinn Salman, kini telah dikenal luas di industri film dan televisi. Tahun ini, peran Sherina akan dimainkan oleh Nadindra Gynta dan Annabella Farizky, sementara tokoh Sadam diperankan oleh Sahlendra Syarief dan Alf Elijah Beloved Sigarlaki.

"Anak-anak muda yang terlibat, baik di atas panggung maupun di balik layar, selalu membuat saya kagum," ujarnya. 

Terlebih, katanya, pertunjukan musikal bukanlah hal yang mudah digarap. Menurutnya, seni pertunjukan menuntut dedikasi tinggi, ketekunan, dan kerja keras. Riri pun memuji keterampilan produksi yang ditampilkan dalam setiap pertunjukan terus berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini menunjukkan bahwa dunia teater Indonesia memiliki potensi besar yang terus tumbuh.

Musikal Petualangan Sherina mengisahkan Sherina, seorang gadis cilik yang menolak pindah dari Jakarta ke Bandung karena ayahnya mendapatkan pekerjaan impiannya di bidang perkebunan setelah bertahun-tahun bekerja di sebuah supermarket. Jauh dari teman- temannya, ia bertemu dengan musuh baru, seorang bully bernama Sadam, yang ternyata adalah anak dari bos baru ayah Sherina.

Cerita berlanjut saat Sherina dan Sadam diculik bersama dan menemukan motif rahasia di balik penangkapan mereka, yaitu seorang pengusaha serakah bernama Kertarajasa yang berencana untuk mengambil alih tanah perkebunan ayah Sadam. Bersama-sama dalam petualangan ini, Sherina dan Sadam belajar arti sebenarnya dari persahabatan.

Musikal yang dipersembahkan oleh Jakarta Movin dan Indonesia Kaya saat ini tengah dipentaskan dari 11–20 Juli 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Total, akan ada 15 pertunjukan yang akan ditampilkan. 

Baca juga: Rangga & Cinta Tayang 20 Oktober 2025 di Bioskop, Siap Ajak Penonton Bernostalgia

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Sinopsis Film Korea Netflix Wall to Wall, Kang Ha-neul Hadapi Teror di Apartemen Impian

BERIKUTNYA

Psikiater Jiemi Ardian Ajak Pembaca Pulih dari Trauma lewat Buku Terbaru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: