Buruh memindahkan semen keatas kapal untuk dikirim ke Flores di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, (8/10/2024). (Sumber foto: JIBI/Paulus Tandi Bone)

Yuk Mengenal Asal-Usul Hari Buruh Internasional atau May Day Tiap 1 Mei

01 May 2025   |   09:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

International Labor Day atau Hari Buruh Internasional diperingati pada 1 Mei tiap tahunnya. Momen yang juga disebut sebagai May Day ini dilakukan untuk menyebarkan kesadaran masyarakat tentang perjuangan kelas pekerja di seluruh dunia.

Peringatannya juga dibuat untuk mengakui kontribusi besar mereka bagi pembangunan suatu negara. Hari Buruh Internasional dianggap sebagai salah satu peringatan global penting, yang didedikasikan untuk menghormati kontribusi dan hak-hak pekerja di seluruh dunia. Serta, mengakui peran penting mereka dalam membentuk masyarakat di seluruh penjuru dunia.

Baca juga: Cek 7 Fakta Seputar Perayaan May Day atau Hari Buruh Internasional

Di sebagian besar negara, Hari Buruh merupakan hari libur nasional. Peringatannya dilakukan dengan berbagai cara mulai dari melakukan demo untuk menyampaikan suara dan keresahan para pekerja saat ini, seminar untuk menyoroti pencapaian serta kontribusi pekerja, hingga menyebarkan kesadaran tentang pekerja dan hak-hak mereka melalui poster dan spanduk.

Lantas, bagaimana asal-usul peringatan Hari Buruh Internasional?

Hari Buruh Internasional berakar pada gerakan buruh abad ke-19 ketika pekerja memperjuangkan kondisi kerja yang lebih baik, jam kerja yang lebih pendek, dan hak untuk berorganisasi. Menukil dari situs History.com, pada akhir 1800-an atau pada puncak Revolusi Industri, ribuan pria, wanita, dan anak-anak meninggal setiap tahunnya akibat kondisi kerja yang buruk dan jam kerja yang panjang.

Kala itu, banyak buruh harus bekerja 12 jam sehari selama enam hingga tujuh hari dalam seminggu. Bahkan anak-anak, beberapa di antaranya berusia lima atau enam tahun, bekerja di industri tambang, penggilingan, rel kereta api dan pabrik. Mereka harus bekerja di tempat-tempat yang padat dan berventilasi buruk.

Dalam upaya untuk mengakhiri kondisi yang tidak manusiawi ini, Federasi Serikat Buruh dan Perdagangan Terorganisir (yang kemudian menjadi Federasi Buruh Amerika atau AFL) mengadakan konvensi di Chicago pada 1884. Organisasi itu pun menuntut durasi kerja menjadi delapan jam dalam satu hari.

Knights of Labour, yang saat itu merupakan organisasi buruh terbesar di Amerika, mendukung usulan tersebut sekaligus mendorong para pekerja untuk mogok dan berdemonstrasi demi tercapainya tuntutan.

Akhirnya, pada 1 Mei 1886, lebih dari 300.000 pekerja dari 13.000 bisnis keluar dari pekerjaan mereka di seluruh negeri. Pada hari-hari berikutnya, semakin banyak pekerja yang bergabung dan jumlah pemogok bertambah hingga hampir 100.000 pekerja.

Namun, pada hari ketiga protes, terjadi sebuah kerusuhan yang dikenal dengan Peristiwa Haymarket. Di tengah aksi mogok dan demonstrasi, sebuah bom dilemparkan ke barisan massa hingga menewaskan tujuh petugas polisi dan delapan warga sipil.

Peristiwa itupun memicu gerakan-gerakan protes lainnya di sejumlah negara. Akhirnya, May Day secara resmi diakui sebagai peringatan tahunan setiap awal Mei pada Kongres Buruh Sosialis Internasional kedua pada 1891. Hari Buruh Internasional ditetapkan untuk mengenang Peristiwa Haymarket sekaligus sebagai hari untuk memperjuangkan hak-hak buruh di seluruh dunia.

Beberapa catatan menyebutkan bahwa sebelum adanya gerakan protes pada 1 Mei 1886 di Chicago, Hari Buruh dimulai dengan konvoi yang diadakan oleh para pemimpin serikat pekerja pada 5 September 1882 sebagaimana ditulis oleh Today.com.

Lebih dari 10.000 pekerja di Kota New York dari berbagai industri, seperti pembuat pakaian dan pekerja kereta api (termasuk anak-anak), turun ke jalan untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi kerja yang tidak aman. 

Ada dua nama tokoh yang disebut sebagai penggagas Hari Buruh yakni Peter J. McGuire yang menjabat sebagai sekretaris jenderal Brotherhood of Carpenters and Joiners dan salah satu pendiri Federasi Buruh Amerika, dan masinis sekaligus sekretaris Serikat Buruh Pusat di New York Matthew Maguire. 

Beberapa catatan sejarah menuliskan Peter J. McGuire dan Matthew Maguire mengusulkan untuk menyisihkan satu hari sebagai hari libur umum bagi kelas pekerja guna menghormati mereka pada 1882. Maguire dan McGuire pun menghadiri konvoi Hari Buruh pertama di New York City pada tahun itu. 

Oregon adalah negara bagian pertama yang mengesahkan undang-undang yang mengakui Hari Buruh pada tanggal 21 Februari 1887, sebagaimana ditulis di laman resmi Departemen Tenaga Kerja AS. Selama 1887, empat negara bagian lagi yakni Colorado, Massachusetts, New Jersey dan New York  mengesahkan undang-undang yang menciptakan hari libur pada Hari Buruh.

Pada akhir dekade, Connecticut, Nebraska dan Pennsylvania pun menyusul. Pada 1894, 23 negara bagian lainnya telah mengadopsi hari libur tersebut, dan pada tanggal 28 Juni 1894, kongres mengesahkan undang-undang yang menjadikan hari Senin pertama di bulan September setiap tahun sebagai hari libur resmi. 

Namun, Hari Buruh sebagai hari libur nasional di banyak negara diperingati pada 1 Mei mengacu pada historinya seperti di Belanda, China, Vietnam, Kuba, Laos, Korea Utara, dan negara-negara bekas Uni Soviet. Meskipun tanggalnya mungkin berbeda, tema mendasar untuk menghormati pekerja dan kontribusi mereka tetap sama.

Di Indonesia, Hari Buruh pertama kali diperingati secara resmi pada masa pemerintahan Presiden Sukarno. Namun, sempat dilarang pada era Orde Baru, dan akhirnya kembali ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun 2013 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Keputusan menetapkan Hari Buruh sebagai libur nasional tidak datang begitu saja. Puluhan tahun lamanya, serikat pekerja memperjuangkan pengakuan resmi atas pentingnya peringatan ini. Melalui aksi, dialog sosial, dan desakan hukum, mereka mengingatkan pemerintah tentang pentingnya memberikan ruang penghormatan kepada pekerja.

Akhirnya, pada 29 Juli 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Keppres Nomor 24 Tahun 2013 tentang Penetapan 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional. Hari Buruh 1 Mei menjadi hari libur nasional dimulai tahun 2014. Ini menjadi tonggak sejarah yang menunjukkan penghargaan negara terhadap perjuangan pekerja.

Biasanya, Hari Buruh diwarnai dengan aksi demonstrasi damai yang dilakukan serikat pekerja di berbagai kota besar. Para buruh menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari kenaikan upah minimum, jaminan sosial, hingga kondisi kerja yang lebih layak.

Namun, selain aksi demonstrasi, Hari Buruh juga diperingati sebagai hari libur nasional, sehingga para pekerja dapat mengambil istirahat yang layak dan menghabiskan waktu bersama keluarga mereka. Tradisi ini menyadari pentingnya keseimbangan kehidupan kerja dan perlunya istirahat dan relaksasi.

Baca juga: Diperingati Setiap 1 Mei, Cek Sejarah dan Tema Hari Buruh Internasional 2023

SEBELUMNYA

Dibanderol Rp50 Jutaan, Huawei Mate XT Tawarkan Sensasi Smartphone Rasa Tablet

BERIKUTNYA

30 Ucapan Hari Buruh Internasional yang Kobarkan Semangat Pejuang Nafkah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: