Salah satu pendaki di Puncak Carstensz. (Sumber gambar: Wikimedia Commons)

Mengenal Carstensz Pyramid, Salah Satu Jalur Pendakian Tersulit Seven Summits Dunia

04 March 2025   |   19:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Carstensz Pyramid atau Puncak Carstensz yang berada di Pegunungan Jayawijaya, Papua, menjadi sorotan setelah dua pendaki Indonesia, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, meninggal dunia pada 1 Maret 2025. Keduanya kehilangan nyawa diduga akibat hipotermia karena cuaca yang sangat buruk.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para pendaki di jalur ekstrem tersebut. Peristiwa ini juga menegaskan pentingnya persiapan fisik, mental, pertimbangan terhadap cuaca, serta perlengkapan yang memadai bagi para pendaki sebelum menaklukkan medan berat di ketinggian ekstrem.

Baca juga: 7 Puncak Tertinggi (Seven Summits) di Indonesia, Ada Carstensz Pyramid

Kondisi cuaca yang tidak menentu, suhu dingin yang tinggi, serta jalur pendakian yang menantang menjadi faktor utama yang kerap memperburuk keadaan di Puncak Carstensz. Meski demikian, daya tarik puncak yang menawarkan panorama alam menakjubkan ini tetap menjadi impian bagi para pendaki di seluruh dunia, sekaligus menuntut kewaspadaan dan kesiapan penuh demi keselamatan.
 

1. Lokasi Puncak Carstensz

Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya berada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Indonesia. Gunung ini termasuk dalam kawasan Pegunungan Jayawijaya yang membentang di bagian tengah Pulau Papua. Lantaran bentuknya yang menyerupai piramida, puncak ini dikenal dengan sebutan Carstensz Pyramid.

Meski terletak di daerah tropis yang identik dengan suhu panas dan kelembapan tinggi, puncak gunung ini justru tertutup salju abadi. Fenomena langka tersebut menjadi daya tarik sekaligus keajaiban alam yang memikat banyak pendaki dari berbagai penjuru dunia, untuk bisa menaklukkan Puncak Jaya.


2. Puncak Tertinggi di Indonesia

Mengutip dari The Seven Summits of Indonesia, Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya merupakan titik tertinggi Indonesia, bahkan di Australia dan Oceania dengan ketinggian mencapai 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Saking tingginya, Puncak Carstensz juga termasuk dalam salah satu Seven Summit atau tujuh puncak tertinggi di 7 benua dunia. Keenam puncak tertinggi di dunia lainnya adalah Himalaya (Tibet, Asia), Kilimanjaro (Afrika), Elbrus (Eropa), Aconcagua (Amerika Latin), McKinley (AS), dan Vinson Massif (Antartika, Kutub Selatan).

Sebagai titik tertinggi di Indonesia, tak ayal Carstensz Pyramid menjadi salah satu puncak yang diimpikan para pendaki. Puncak Carstensz juga masuk ke dalam daftar Seven of Summits Indonesia atau puncak gunung tertinggi di Indonesia.


3. Asal-usul Nama Carstensz

Dikutip dari laman carstenszpapua.com, puncak ini dinamai berdasarkan penemunya, John Carstensz, seorang pelaut asal Belanda. Saat berlayar melintasi pantai selatan Laut Arafura, dia mengamati melalui teropongnya sebuah puncak yang hampir seluruhnya tertutup salju.

Pada 1623, Carstensz membawa kabar tersebut ke Eropa untuk melaporkan keberadaan gunung bersalju yang terletak tepat di garis khatulistiwa. Namun, banyak yang meragukan ceritanya, karena Papua dikenal sebagai wilayah tropis. 

Carstensz Pyramid juga dikenal dengan nama Puncak Jaya, yang merupakan kependekan dari Puncak Jayakesuma. Nama resmi ini diberikan setelah Papua kembali menjadi bagian dari Indonesia setelah sebelumnya dikuasai oleh Belanda. 

Pada 1963, saat Papua resmi bergabung dengan Indonesia, puncak ini sempat dinamai Puncak Soekarno sebelum akhirnya diubah menjadi Puncak Jaya. Meskipun demikian, nama Carstensz masih sering digunakan di kalangan pendaki.


4. Punya Salju Abadi

Puncak Carstensz merupakan gunung karang (limestone) yang memiliki di beberapa titiknya diselimuti salju abadi. Hal ini menjadikan Puncak Jaya menjadi satu-satunya gunung di daerah tropis yang memiliki gletser atau salju abadi. Gunung ini juga merupakan bagian dari Taman Nasional Lorentz, yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. 

Sayangnya, salju abadi di Carstensz terus berkurang dari tahun ke tahun. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah beberapa tahun belakangan mengamati perubahan ini dan menyebut kondisi "salju abadi" kian mengkhawatirkan karena terus mengalami pencairan akibat pemanasan global.


5. Tergolong Pendakian Tersulit

Puncak Carstensz tergolong sebagai salah satu pendakian tersulit dalam Seven Summits yang membutuhkan keahlian panjat tebing mumpuni untuk mendaki puncaknya. Hal ini lantaran medan Puncak Carstensz berupa bebatuan karang yang curam, ditambah suhu dingin yang tinggi. Bahkan, Carstensz juga disebut sebagai salah satu gunung di Indonesia yang membutuhkan biaya besar untuk mendakinya.

Menukil dari carstenszpapua.com, perjalanan pendakian ke Puncak Carstensz memakan waktu beberapa hari yang dimulai dari ketinggian sekitar 2.000 mdpl. Pendaki bisa sampai di titik tersebut setelah mendaki dan melalui hutan hujan dan hutan berkabut. Kemudian perjalanan berlanjut ke dataran tinggi yang terletak sekitar 3.500 mdpl.

Di seluruh wilayah tersebut, hujan dapat turun selama beberapa jam sehari. Di pegunungan yang lebih tinggi, hujan dapat dengan cepat berubah menjadi salju. Bahkan, pendaki juga sering mengalami hujan salju saat berada di base camp Carstensz yang berada di ketinggian 3.800 mdpl.

Itulah sebabnya pendakian biasanya dimulai dengan helikopter untuk mencapai basecamp, mengingat jalur darat yang sulit ditembus. Tanpa helikopter, perjalanan bisa memakan waktu lebih dari delapan hari melalui hutan tropis yang lembap, berlumpur, dan penuh lintah. Setelah melewati medan curam, barulah pendaki tiba di basecamp sebagai titik awal pendakian ke puncak.

Untuk menuju ke Puncak Carstensz, disarankan pendaki memulai pendakiannya pada malam hari. Hal ini diperlukan karena perjalanan ke titik tertinggi memakan waktu sekitar 12- 15 jam. Dengan begitu, pendaki sudah berada di puncak pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIT, untuk segera turun ke bawah gunung. Hal itu dilakukan untuk menghindari hujan atau hujan salju yang biasanya mulai turun pukul 11.00 atau 14.00.

Meski demikian, cuaca di Puncak Carstensz sulit ditebak. Selama pendakian, bisa saja cuaca turun hujan, atau matahari terik, hingga terjadinya hujan salju. Perubahan cuaca yang tidak terduga tersebut bisa terjadi sangat cepat, sehingga menuntut kesigapan dari para pendaki, baik secara fisik, mental, maupun perlengkapan yang memadai.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

Editor: Nirmala Aninda

 

SEBELUMNYA

Bukan Cuma Helm, Ini 5 Atribut Wajib Agar Berkendara Lebih Aman dan Nyaman

BERIKUTNYA

Jadwal Lengkap 16 Besar Liga Champions Musim 2024/2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: