Bukan Sekadar Estetika, Set Panggung Berputar di Musikal Perahu Kertas Punya Makna Mendalam
23 January 2026 |
20:49 WIB
Kisah Kugy dan Keenan, dua karakter ikonik dari novel legendaris Perahu Kertas karya Dee Lestari, akan kembali dihidupkan dalam bentuk pertunjukan musikal. Mengusung tema "Menghidupkan Kembali Mimpi-mimpi", musikal yang disutradarai Venytha Yoshiantini ini dijadwalkan tampil mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta.
Selain adaptasi naskah dari novel ke pertunjukan musikal yang menarik, salah satu daya elemen yang diklaim akan menonjol selama pertunjukan adalah inovasi panggungnya. Sebab, musikal ini akan menampilkan set panggung yang dinamis dan dapat berputar.
Baca juga: Alasan Novel Perahu Kertas Bakal Dihidupkan Lagi Lewat Pertunjukan Musikal
Produser Chriskevin Adefrid menjelaskan bahwa penggunaan panggung berputar ini bukan sekadar pilihan estetika semata. Menurutnya, desain panggung tersebut dipilih untuk memperkuat alur cerita yang disajikan dalam pertunjukan.
"Kita kan angkat tagline 'Hidupkan Lagi Mimpi-mimpi' dan itu akan ngomongin soal takdir. Takdir itu akan coba dihidupkan lewat metafora panggung tersebut," katanya.
Chris menyebut bahwa penggunaan set panggung berputar belakangan ini memang tengah populer dan banyak dieksplorasi dalam berbagai pementasan di Indonesia. Namun, untuk pertunjukan ini, dia berjanji akan memberikan pengalaman yang berbeda dari biasanya.
Menurutnya, set panggung berputar bukan sekadar digunakan sebagai alat transisi antaradegan. Justru, desain ini dirancang untuk benar-benar memperkuat alur dan narasi cerita dalam pertunjukan.
"Jadi, kalau nanti diperhatikan, akan ada makna khusus di balik keputusan teknis tersebut. Ini akan jadi pengalaman yang tidak terlupakan saat menonton," imbuhnya.
Sementara itu, sang sutradara, Venytha Yoshiantini, juga menyebut bahwa akan ada banyak kejutan menarik di atas panggung yang bakal menambah keseruan menonton. Selain memperhatikan naskah dan akting pemain, penonton juga dapat mencermati berbagai simbol-simbol menarik.
Untuk memperkuat cerita dan eksekusinya di atas panggung, dalam hal penyutradaraan, Veny mengaku akan banyak bermain dengan garis dan lingkaran. Elemen-elemen tersebut bakal jadi pembacaan yang tak kalah menarik nantinya setelah ditonton.
Kemudian, pertunjukan ini juga menghadirkan elemen puppets atau boneka teater untuk menonjolkan sisi imajinatif dari karakter Kugy. Hal ini dipilih untuk makin melenturkan sisi imajinasi dan mimpi-mimpi yang memang bakal jadi tema besar pertunjukan.
Cerita musikal Perahu Kertas sendiri bakal kembali menghadirkan kisah Kugy dan Keenan, dua jiwa muda yang lahir dengan darah seni. Kugy, yang menyadari kerasnya realita, memilih menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya. Sementara itu, Keenan, pelukis muda berbakat, berjuang melepaskan diri dari bayang-bayang ekspektasi ayahnya untuk menemukan cara mengekspresikan diri.
Ketika keduanya bertemu di antara miliaran orang, seolah semesta memberi jeda sejenak. Dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang sulit diungkapkan, mereka tetap percaya bahwa suatu hari karya dan cerita mereka akan bertemu, seperti hati dan impian yang memang ditakdirkan untuk bersatu.
Pentas musikal Perahu Kertas diproduksi oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network, serta bekerja sama dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST). Pertunjukan ini akan menampilkan 21 lagu yang mendukung alur cerita, termasuk dua lagu yang sebelumnya telah dirilis secara digital, yaitu Miliaran Manusia dan Agency, dengan video lirik yang bisa disaksikan di YouTube.
Selain adaptasi naskah dari novel ke pertunjukan musikal yang menarik, salah satu daya elemen yang diklaim akan menonjol selama pertunjukan adalah inovasi panggungnya. Sebab, musikal ini akan menampilkan set panggung yang dinamis dan dapat berputar.
Baca juga: Alasan Novel Perahu Kertas Bakal Dihidupkan Lagi Lewat Pertunjukan Musikal
Produser Chriskevin Adefrid menjelaskan bahwa penggunaan panggung berputar ini bukan sekadar pilihan estetika semata. Menurutnya, desain panggung tersebut dipilih untuk memperkuat alur cerita yang disajikan dalam pertunjukan.
"Kita kan angkat tagline 'Hidupkan Lagi Mimpi-mimpi' dan itu akan ngomongin soal takdir. Takdir itu akan coba dihidupkan lewat metafora panggung tersebut," katanya.
Chris menyebut bahwa penggunaan set panggung berputar belakangan ini memang tengah populer dan banyak dieksplorasi dalam berbagai pementasan di Indonesia. Namun, untuk pertunjukan ini, dia berjanji akan memberikan pengalaman yang berbeda dari biasanya.
Menurutnya, set panggung berputar bukan sekadar digunakan sebagai alat transisi antaradegan. Justru, desain ini dirancang untuk benar-benar memperkuat alur dan narasi cerita dalam pertunjukan.
"Jadi, kalau nanti diperhatikan, akan ada makna khusus di balik keputusan teknis tersebut. Ini akan jadi pengalaman yang tidak terlupakan saat menonton," imbuhnya.
Sementara itu, sang sutradara, Venytha Yoshiantini, juga menyebut bahwa akan ada banyak kejutan menarik di atas panggung yang bakal menambah keseruan menonton. Selain memperhatikan naskah dan akting pemain, penonton juga dapat mencermati berbagai simbol-simbol menarik.
Untuk memperkuat cerita dan eksekusinya di atas panggung, dalam hal penyutradaraan, Veny mengaku akan banyak bermain dengan garis dan lingkaran. Elemen-elemen tersebut bakal jadi pembacaan yang tak kalah menarik nantinya setelah ditonton.
Kemudian, pertunjukan ini juga menghadirkan elemen puppets atau boneka teater untuk menonjolkan sisi imajinatif dari karakter Kugy. Hal ini dipilih untuk makin melenturkan sisi imajinasi dan mimpi-mimpi yang memang bakal jadi tema besar pertunjukan.
Cerita musikal Perahu Kertas sendiri bakal kembali menghadirkan kisah Kugy dan Keenan, dua jiwa muda yang lahir dengan darah seni. Kugy, yang menyadari kerasnya realita, memilih menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya. Sementara itu, Keenan, pelukis muda berbakat, berjuang melepaskan diri dari bayang-bayang ekspektasi ayahnya untuk menemukan cara mengekspresikan diri.
Ketika keduanya bertemu di antara miliaran orang, seolah semesta memberi jeda sejenak. Dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang sulit diungkapkan, mereka tetap percaya bahwa suatu hari karya dan cerita mereka akan bertemu, seperti hati dan impian yang memang ditakdirkan untuk bersatu.
Pentas musikal Perahu Kertas diproduksi oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network, serta bekerja sama dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST). Pertunjukan ini akan menampilkan 21 lagu yang mendukung alur cerita, termasuk dua lagu yang sebelumnya telah dirilis secara digital, yaitu Miliaran Manusia dan Agency, dengan video lirik yang bisa disaksikan di YouTube.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.