Dari kiri: Penggagas FTI, Happy Salma, perwakilan kurator FTI, Tamimi Rutjita, dan Sahlan Mujtaba, Direktur Artistik Festival Teater Indonesia saat konferensi pers Festival Teater Indonesia di Jakarta, Rabu (26/11/25). (sumber gambar: Titimangsa)

Eksplorasi Karya Sastra, FTI 2025 Hadirkan 20 Pertunjukan Lintas Nusantara

26 November 2025   |   19:34 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Festival Teater Indonesia (FTI) bakal digelar dengan menampilkan 20 pertunjukan pada 1-16 Desember 2025. Berlangsung di empat kota, yakni Medan, Palu, Mataram, dan Jakarta, kegiatan ini merupakan titik pertemuan sekaligus ruang berekspresi bagi ekosistem teater Tanah Air.

Diinisiasi Titimangsa, PENASTRI (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia), dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, festival ini juga menghadirkan sejumlah program seperti bincang karya, diskusi, jelajah panggung, lokakarya, dan Teras FTI.

Baca juga: Suara Perlawanan Perempuan Nusantara dalam Monoplay Melati Pertiwi

Pada edisi perdananya, FTI mengangkat tema “Sirkulasi Ilusi.” Tajuk ini dipilih untuk menyoroti pertemuan antara realitas dan representasi di tengah kehidupan kontemporer. Tema tersebut juga bertujuan memperluas sirkulasi gagasan, mempertemukan seniman lintas wilayah, serta memperkaya khazanah hubungan antara teks sastra dan panggung pertunjukan.

Pradeta Novitri, Direktur Festival Teater Indonesia, mengatakan FTI tahun ini akan menjadi ajang perayaan seni teater dan pertemuan bagi para praktisi, pendukung, serta penonton teater. Salah satunya adalah menghadirkan beragam tema dan interpretasi atas sejumlah karya sastra yang dipentaskan menjadi pertunjukan teater.

Senarai karya sastra yang dialihwahanakan juga beragam. Mulai dari karya Putu Wijaya, Y. B. Mangunwijaya, Danarto, hingga Felix K. Nesi. Lewat kegiatan ini, dia berharap karya sastra dapat semakin dekat dengan publik, termasuk ketika karya yang dipentaskan dibedah ulang melalui dramaturgi panggung.

“Dari para penampil, ketika open call, kami mengajak mereka untuk menginterpretasi karya sastra yang menurut mereka menarik untuk kemudian ditangkap dan diterjemahkan ke wilayah masing-masing. Jadi festival ini juga mencoba menemukan hubungan karya sastra Indonesia dengan potret di wilayah,” katanya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu, (26/11/25).
 
 


Selaras, Sahlan Mujtaba, Direktur Artistik Festival Teater Indonesia, menjelaskan bahwa tema “Sirkulasi” menggambarkan pergerakan ide, pemikiran, dan karya seni yang terus berpindah melintasi ruang, waktu, medium, dan komunitas. Proses tersebut kemudian melahirkan pengalaman bersama serta pengetahuan baru.

Sementara itu, kata “Ilusi” ditambahkan sebagai pendekatan konseptual yang memberi lapisan makna, sehingga penonton dapat membangun sudut pandang yang lebih kritis terhadap hubungan antara pertunjukan di panggung dan realitas sosial masa kini.

“Lewat tema ini kami ingin mengajak penonton melihat dengan sudut pandang berbeda, termasuk bagaimana pengetahuan, ingatan, inovasi, dan imajinasi itu digerakkan serta menggerakkan. Misalnya dari teks atau karya sastra yang berpindah ke panggung, lalu bergerak lagi dari seniman ke penonton,” paparnya.

Penggagas FTI, Happy Salma, mengatakan kegiatan ini dihelat untuk membuka ruang silaturahmi budaya dan kesusastraan agar dapat dipertemukan di atas panggung. Selain itu, FTI juga diharapkan menjadi ruang untuk membuka diri dan beradaptasi antarekososistem teater karena setiap wilayah memiliki kebiasaan yang berbeda.

“Meski kita memiliki latar belakang yang berbeda, usia yang berbeda, bahkan minat yang berbeda, panggung dapat menyatukan. Di Festival Teater Indonesia, kita akan mempererat tali persaudaraan, utamanya dalam ekosistem seni teater Tanah Air,” katanya.

Pentas teater alih wahana karya sastra Indonesia di panggung FTI akan berlangsung di Auditorium RRI Medan pada 1 sampai 3 Desember 2025, Gedung Kesenian Palu pada 6 sampai 8 Desember 2025, Taman Budaya NTB Mataram pada 10 sampai 12 Desember 2025, dan Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 14 sampai 16 Desember 2025.

Bagi Genhype yang penasaran, informasi jadwal pertunjukan maupun program-program pendukung dapat diakses melalui media sosial Instagram @festivalteater.id dan laman festivalteater.id. Para penonton dan penikmat seni teater juga dapat memesan tiket setiap pertunjukan secara gratis melalui tiket.titimangsa.com.

Baca juga: Alasan Novel Perahu Kertas Bakal Dihidupkan Lagi Lewat Pertunjukan Musikal

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Bleu by Astrid Tampil Memikat di SMEXPO 2025 dengan Karya Rajutnya

BERIKUTNYA

Menafsir Indonesia melalui Seni Rupa Satu Tanah, Seribu Ketangguhan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga