Karya Inovatif Pelajar SMA, dari Aplikasi Bank Sampah Hingga Tablet Pencegah DBD
22 November 2025 |
21:30 WIB
Di berbagai daerah di Indonesia, semakin banyak siswa dan siswi SMA yang menunjukkan kreativitas dan kepedulian terhadap isu-isu di sekitar mereka. Dari solusi berbasis teknologi, riset lingkungan, sampai eksperimen sains yang kompleks, generasi pelajar hari ini membuktikan bahwa ruang belajar tidak lagi terbatas pada kelas dan buku teks saja.
Mereka membaca persoalan masyarakat, mengolahnya menjadi gagasan, lalu menguji gagasan itu dalam bentuk karya nyata. Salah satu sekolah yang menunjukkan perkembangan ini adalah SMA Unggulan Rushd, sekolah yang didirikan oleh Achmad Zaky, yang juga pendiri Bukalapak yang membawa visi besar, Nurturing Well-rounded Changemakers Today.
Meski baru memasuki tahun ketiga, sekolah ini menjadi contoh bagaimana ekosistem pembinaan akademik dapat mendorong siswanya menghasilkan karya yang mampu bersaing dalam kompetisi nasional.
Baca juga: Inovasi 3 Siswa Jakarta Ubah Limbah Makanan Jadi Pakan Unggas Ramah Lingkungan
Dalam sebulan terakhir, beberapa karya dan penelitian siswa mereka menembus berbagai ajang bergengsi seperti Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), hingga Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Berikut karya inovatif para siswa SMA yang sukses meraih penghargaan di berbagai ajang bergengsi.
Salah satu karya paling menonjol datang dari Naila Aini Bahri, siswi yang meraih medali emas FIKSI lewat proyek digital bertajuk BinBuddy. Aplikasi ini menghubungkan masyarakat dengan bank sampah terdekat menjawab problem klasik mengenai aksesibilitas dan minimnya informasi terkait pengelolaan sampah rumah tangga.
“Karya Naila dinilai unggul karena memiliki narasi kuat, orisinal, relevan dengan isu sosial, sekaligus menawarkan solusi konkret berbasis teknologi,” ujar Kepala SMA Rushd, Eko Sugiyanto.
BinBuddy tidak hadir secara instan. Inovasi tersebut lahir dari proses riset panjang, uji coba berbulan-bulan, hingga kolaborasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen dan delapan bank sampah lokal.
Aplikasi ini memungkinkan pengguna memperoleh saldo dari sampah yang dikumpulkan, yang kemudian dapat diuangkan sebuah pendekatan yang menghubungkan aspek lingkungan dengan model bisnis berkelanjutan.
Di ajang OPSI tingkat nasional, dua siswi SMA Rushd lainnya yakni Najmakayla Shafaa Ditia Raharjo dan Arshallina Azka Rahmadi menyabet medali perunggu melalui penelitian pemanfaatan kulit jeruk manis dan kulit pisang tanduk menjadi tablet efervesen biolarvasida.
Biolarvasida ini terbukti efektif menekan populasi Aedes aegypti pada air tergenang, salah satu wilayah yang kerap menjadi sarang jentik penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). “Kami ingin limbah rumah tangga tak hanya berakhir di tempat sampah, tetapi menjadi solusi kesehatan lingkungan,” kata Najmakayla.
Keberhasilan mereka menjadi sangat spesial karena hanya tiga sekolah nasional yang berhasil membawa pulang penghargaan di tahun ini sehingga menempatkan Rushd sebagai salah satu sekolah baru dengan kinerja riset paling menjanjikan.
Tak berhenti di inovasi dan penelitian, SMA Rushd juga unjuk gigi di Olimpiade Sains Nasional. Farisi Achmad Al-Banna, yang baru pertama kali berlaga di tingkat nasional, langsung meraih medali perak bidang Informatika. Kemampuan Farisi melewati banyak finalis senior menjadikannya salah satu talenta yang paling diperbincangkan tahun ini.
Selain itu, dua siswa lain Hanif Alfarizki Pratama (Kimia) dan Mochammad Rigan Haryono (Matematika) berhasil meraih Honorable Mention, memperkuat deretan pencapaian Rushd di ajang akademik tertinggi tersebut.
Prestasi beruntun ini mencerminkan kerja sistematis yang dibangun sejak SMA Rushd berdiri pada 2023. Para guru dan pembimbing menerapkan pendekatan personal, modern, dan intensif mendorong siswa untuk bereksplorasi, menemukan minat, dan mengembangkan karya yang relevan dengan isu nyata di masyarakat.
“Prestasi ini baru permulaan. Kami ingin membentuk generasi yang adaptif, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutup Eko.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Mereka membaca persoalan masyarakat, mengolahnya menjadi gagasan, lalu menguji gagasan itu dalam bentuk karya nyata. Salah satu sekolah yang menunjukkan perkembangan ini adalah SMA Unggulan Rushd, sekolah yang didirikan oleh Achmad Zaky, yang juga pendiri Bukalapak yang membawa visi besar, Nurturing Well-rounded Changemakers Today.
Meski baru memasuki tahun ketiga, sekolah ini menjadi contoh bagaimana ekosistem pembinaan akademik dapat mendorong siswanya menghasilkan karya yang mampu bersaing dalam kompetisi nasional.
Baca juga: Inovasi 3 Siswa Jakarta Ubah Limbah Makanan Jadi Pakan Unggas Ramah Lingkungan
Dalam sebulan terakhir, beberapa karya dan penelitian siswa mereka menembus berbagai ajang bergengsi seperti Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), hingga Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Berikut karya inovatif para siswa SMA yang sukses meraih penghargaan di berbagai ajang bergengsi.
1. BinBuddy, Inovasi Digital Bank Sampah
Salah satu karya paling menonjol datang dari Naila Aini Bahri, siswi yang meraih medali emas FIKSI lewat proyek digital bertajuk BinBuddy. Aplikasi ini menghubungkan masyarakat dengan bank sampah terdekat menjawab problem klasik mengenai aksesibilitas dan minimnya informasi terkait pengelolaan sampah rumah tangga.“Karya Naila dinilai unggul karena memiliki narasi kuat, orisinal, relevan dengan isu sosial, sekaligus menawarkan solusi konkret berbasis teknologi,” ujar Kepala SMA Rushd, Eko Sugiyanto.
BinBuddy tidak hadir secara instan. Inovasi tersebut lahir dari proses riset panjang, uji coba berbulan-bulan, hingga kolaborasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen dan delapan bank sampah lokal.
Aplikasi ini memungkinkan pengguna memperoleh saldo dari sampah yang dikumpulkan, yang kemudian dapat diuangkan sebuah pendekatan yang menghubungkan aspek lingkungan dengan model bisnis berkelanjutan.
2. Tablet Efervesen Biolarvasida Berbasis Limbah Rumah Tangga
Di ajang OPSI tingkat nasional, dua siswi SMA Rushd lainnya yakni Najmakayla Shafaa Ditia Raharjo dan Arshallina Azka Rahmadi menyabet medali perunggu melalui penelitian pemanfaatan kulit jeruk manis dan kulit pisang tanduk menjadi tablet efervesen biolarvasida.Biolarvasida ini terbukti efektif menekan populasi Aedes aegypti pada air tergenang, salah satu wilayah yang kerap menjadi sarang jentik penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). “Kami ingin limbah rumah tangga tak hanya berakhir di tempat sampah, tetapi menjadi solusi kesehatan lingkungan,” kata Najmakayla.
Keberhasilan mereka menjadi sangat spesial karena hanya tiga sekolah nasional yang berhasil membawa pulang penghargaan di tahun ini sehingga menempatkan Rushd sebagai salah satu sekolah baru dengan kinerja riset paling menjanjikan.
Tak berhenti di inovasi dan penelitian, SMA Rushd juga unjuk gigi di Olimpiade Sains Nasional. Farisi Achmad Al-Banna, yang baru pertama kali berlaga di tingkat nasional, langsung meraih medali perak bidang Informatika. Kemampuan Farisi melewati banyak finalis senior menjadikannya salah satu talenta yang paling diperbincangkan tahun ini.
Selain itu, dua siswa lain Hanif Alfarizki Pratama (Kimia) dan Mochammad Rigan Haryono (Matematika) berhasil meraih Honorable Mention, memperkuat deretan pencapaian Rushd di ajang akademik tertinggi tersebut.
Prestasi beruntun ini mencerminkan kerja sistematis yang dibangun sejak SMA Rushd berdiri pada 2023. Para guru dan pembimbing menerapkan pendekatan personal, modern, dan intensif mendorong siswa untuk bereksplorasi, menemukan minat, dan mengembangkan karya yang relevan dengan isu nyata di masyarakat.
“Prestasi ini baru permulaan. Kami ingin membentuk generasi yang adaptif, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutup Eko.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.