Yama Carlos, Verdi Solaiman, dan Ramon Y Tungka (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Karakter Hadi di Film Pencarian Terakhir Dibuat untuk Penghormatan Penulis Pertamanya

21 August 2025   |   21:53 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Karakter Hadi dalam film Pencarian Terakhir memiliki makna yang mendalam bagi tim produksi dan para pemain. Sekuel yang tayang 17 tahun setelah film pertamanya ini menghadirkan karakter tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada Syamsul Hadi, penulis skenario pertama film ini yang telah wafat.

Hal itu diungkap oleh Yama Carlos dan Verdi Solaiman, dua pemeran film yang terlibat di versi pertama dan sekuel. Keduanya sepakat film Pencarian Terakhir ini memang jadi karya yang digarap cukup personal oleh segenap tim.

Baca juga: Daftar Pemain dan Jadwal Tayang Film Maryam: Janji dan Jiwa Yang Terikat

Sebagai informasi, dalam versi sekuelnya, karakter Hadi diperankan oleh Ramon Y. Tungka. Karakter ini diceritakan sebagai salah satu petinggi Badan SAR Nasional yang turut melakukan pencarian orang hilang di kawasan Gunung Sarangan.

"Fun fact, karakter Hadi yang diperankan Ramon Y Tungka itu diambil dari mendiang Syamsul Hadi, penulis skenario Pencarian Terakhir yang tayang 2008," ungkap keduanya.

Verdi mengatakan kembali memerankan karakter yang sama di film yang sama setelah 17 tahun yang lalu itu menghadirkan memori yang unik. Saat project sekuel ini digarap, dirinya mengaku merasa deg-degan tapi juga merasa ini jadi salah satu syuting yang menyenangkan.

Sebab, dirinya akan bermain film yang menghidupkan kisah lama dengan beberapa karakter lama yang dipertahankan. Dalam film ini, Verdi akan berperan sebagai Bernard, salah satu petinggi Basarnas.

Kemudian, beberapa pemain lama juga turut bergabung kembali ke versi sekuelnya, seperti Yama Carlos sebagai Bagus, Alex Abbad sebagai Oji, dan Tesadesrada Ryza sebagai Gancar.

Hal menariknya, kata Verdi, latar waktu di film sekuelnya menyesuaikan dengan tanggal produksi. Dalam artian, di dalam film, penonton akan menonton dunia 17 tahun setelah film pertamanya, persi seperti jarak penayangan film pertama dan sekuelnya.

Dengan demikian, para karakter lama yang dihadirkan kembali pun mendapatkan sentuhan karakterisasi yang menarik. Di satu sisi, karakter-karakter lama tentu sudah punya kehidupan yang jauh berbeda dibanding yang dilihat di film pertama. 

Namun, di sisi lain, mereka juga sesekali perlu menawarkan sisi-sisi nostalgianya. Sebab, setelah lama tak bertemu, mereka akhirnya disatukan lagi ke dalam misi pencarian. Dalam hal ini, aspek trauma yang terjadi setelah kejadian pertama juga menjadi fondasi yang kuat. Di luar itu, sebagai sesama pencinta alam, karakter-karakter ini tentu juga menunjukkan bonding yang menarik khas anak pencinta alam.

Sementara itu, Yama Carlos mengatakan dirinya sangat beryukur karena sekuel dari film Pencarian Terakhir kini akhirnya terlaksana. Sebab, sejak 17 tahun yang lalu, rencana untuk mengembangkan naskah ini ke dalam sekuel sebenarnya sudah ada. Namun, takdir baru mengantarkan karya ini sekarang.

"Film ini mungkin jadi project yang punya grup WhatsApp terlama ya. Kami yang di film pertama dari yang zaman BBM, sampai sekarang WA. Komunikasi para pemain dan tim film pertama memang erat dan tidak terputus sama sekali sampai hari ini," ungkap Carlos.

Tak jauh berbeda, Tesadesrada Ryza juga mengatakan hal senada. Film ini dibentuk dari penantian yang panjang untuk bisa melanjutkan apa yang terjadi di versi pertamanya.

Ryza mengaku senang dengan hasilnya. Sebab, film ini akan menjadi babak yang berbeda, karena menampilkan para pemain lama dan sejumlah pemain baru. Namun, kombinasi keduanya mengarah pada satu benang merah yang sama.

Film Pencarian Terakhir versi 2008 menceritakan Sita dan tiga temannya yang mendaki Gunung Sarangan untuk mencari adiknya, Gancar, yang hilang saat pendakian. Mereka bergabung dengan tim SAR untuk melakukan pencarian tersebut.

Namun, seiring berjalannya pencarian, mereka menyadari bahwa Gancar tidak sekadar tersesat biasa. Da melanggar aturan pendakian yang berakibat fatal. Sementara itu, sekuel film ini akan mengambil latar 17 tahun setelah insiden tersebut. 

Cerita baru akan fokus pada hilangnya Sita, istri Tito, di Gunung Sarangan pada hari ulang tahun ke-10 putrinya, Drupadi. Peristiwa ini membuat Tito menjadi sosok yang dingin hingga meninggalkan kesedihan mendalam pada sang anak.

Drupadi tumbuh tanpa kasih sayang yang cukup dari ayahnya yang dihinggapi trauma. Hidup Drupadi hanya dihibur olah kehadiran pacarnya, Raka, sahabat-sahabatnya, Maya, Ucok, Jamal, dan Nurul, serta teman-teman ayahnya, Bagus, Oji, dan Gancar. 

Namun, perhatian itu belum cukup untuk menghapus kesedihan Drupadi yang juga mengalami trauma kehilangan yang sama dengan sang ayah. Pada ulang tahunnya yang ke-17, Drupadi memutuskan untuk mendaki Gunung Sarangan, tempat ibunya dinyatakan hilang.

Keputusan tersebut rupanya menjadi bencana. Drupadi dan teman-temannya hilang di gunung tersebut. Pencarian besar-besaran kembali dilakukan di Gunung Sarangan. Tito pun terpaksa menghadapi trauma kehilangan yang seolah tak pernah berakhir dan semua bermuara ke Gunung Sarangan.
 

Sekuel Pencarian Terakhir akan menghadirkan beberapa pemain yang memerankan karakter di film pendahulunya, juga para pemain baru, di antaranya ialah Adzana Ashel, Donny Alamsyah, Artika Sari Devi, Razan Zu, Fatih Unru, Alika Jantinia, Fadi Alaydrus, Dinda Mahira, Yama Carlos, Alex Abbad, Tesadesrada Ryza, Moh Iqbal Sulaiman, Verdi Sulaeman, Ramon Y Tungka, Azkya Mahira, Andrew Andika, Egi Fedly, Fuad Idris, Ruth Marini, dan lain-lain.

Film produksi Starvision ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 28 Agustus 2025. Kabar baiknya, Starvision juga berencana menayangkan ulang versi pertamanya di bioskop secara khusus untuk menyambut film sekuelnya ini.

Baca juga:  Film Horor Perempuan Pembawa Sial Angkat Mitos Bahu Laweyan

SEBELUMNYA

Profil Kirana Larasati, Selebritas Multitalenta yang Tembus 16 Besar Miss Universe 2025

BERIKUTNYA

Google Rilis Pixel 10 Series dengan Tensor G5 dan Fitur AI Generatif

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: