Konser Laras Hati Mangkunegaran: Memperkuat Anak Muda dengan Budaya

21 April 2025   |   10:23 WIB
Image
Media Digital
Hypeabis.id

Dalam rangka peringatan hari jadi ke-268 Mangkunegaran, konser musik Laras Hati Mangkunegaran digelar di kawasan ikonik Pamedan Mangkunegaran, Surakarta. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Mangkunegaran, Katadata, dan Yayasan DNC. Mengusung semangat pelestarian nilai-nilai budaya Nusantara dalam kemasan yang segar dan relevan bagi generasi masa kini, Laras Hati Mangkunegaran berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga malam hari.

Ribuan penonton dari berbagai latar belakang hadir untuk menikmati penampilan empat musisi papan atas tanah air-Kunto Aji, Bernadya, Maliq & D’Essentials, dan Souljah.

Kunto Aji membuka penampilan dengan lagu-lagu penuh makna, seperti Terlalu Lama Sendiri, menciptakan suasana emosional dan khidmat. Bernadya membawakan Hidup Harus Tetap Berjalan, yang sudah akrab di telinga publik.

Selanjutnya, Maliq & D’Essentials tampil apik dengan lagu-lagu andalan seperti Dia dan Pilihanku. Sebagai penutup, Souljah menyajikan nuansa reggae dan ska khas mereka, yang membangkitkan semangat para penonton.

 

Bernadya

Bernadya

 

Direktur SisiplusbyKatadata, Andikha, menyampaikan bahwa Laras Hati Mangkunegaran merupakan wujud nyata dari sinergi antara ruang publik, budaya, dan industri kreatif.

“Ini bukan sekadar konser musik, tetapi momentum untuk mempererat hubungan antara generasi muda dengan akar budayanya. Kami percaya bahwa ruang seperti ini penting untuk terus dihadirkan, agar tradisi tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupi kembali dengan cara-cara yang relevan dan menarik bagi generasi masa kini,” ujarnya, Sabtu (19/4/25) di Pamedan Mangkunegaran.

Keterlibatan Katadata dalam perayaan ini, lanjut Andikha, juga adalah bentuk penghargaan terhadap nilai sejarah dan budaya yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa.

“Kehadiran musik modern yang berpadu dengan semangat kebudayaan lokal menunjukkan bahwa masa lalu dan masa kini bisa saling menguatkan. Harapannya, semangat seperti ini bisa terus bergema dan menginspirasi gerakan budaya yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Tradisi dan perayaan seperti ini dinilai penting agar generasi muda tetap mengenal, mencintai, dan meneruskan warisan budaya bangsa.