JAM GADANG SEBAGAI LANDMARK KOTA WISATA BUKITTINGGI


Bukittinggi bisa dikatakan surganya wisata di Sumatera Barat. Bermacam objek wisata tersedia di kota berjuluk Paris van Sumatra ini, mulai dari alam, kuliner, hingga sejarah.<br />
Salah satu yang sangat terkenal dan sudah mendunia adalah Jam Gadang. Siapa yang tidak kenal dengan objek wisata ini. Setelah direvitalisasi pemerintah, Jam Gadang terlihat lebih indah dan semakin membuat nyaman wisatawan yang berkunjung.<br />
Jam Gadang merupakan ikon Bukittinggi, apabila wisatawan ingin berkunjung ke Sumatera Barat pasti menanyakan lokasi Jam Gadang. Memang, landmark ini sangat terkenal di manca negara. &quot;Bahkan ada pameo, belum ke Sumatera Barat, jika belum mengunjungi Jam Gadang,&quot;<br />
Mengingat kembali sejarah, Jam Gadang dibangun oleh arsitek asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh yang secara resmi selesai pada tahun 1926 dengan menghabiskan dana mencapai 3.000 Gulden.<br />
Jam Gadang ini merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina dari Belanda untuk sekretaris (controleur) Kota Bukittinggi (Fort de Kock) yang saat itu dijabat HR Rookmakeer.
Bukittinggi bisa dikatakan surganya wisata di Sumatera Barat. Bermacam objek wisata tersedia di kota berjuluk Paris van Sumatra ini, mulai dari alam, kuliner, hingga sejarah.
Salah satu yang sangat terkenal dan sudah mendunia adalah Jam Gadang. Siapa yang tidak kenal dengan objek wisata ini. Setelah direvitalisasi pemerintah, Jam Gadang terlihat lebih indah dan semakin membuat nyaman wisatawan yang berkunjung.
Jam Gadang merupakan ikon Bukittinggi, apabila wisatawan ingin berkunjung ke Sumatera Barat pasti menanyakan lokasi Jam Gadang. Memang, landmark ini sangat terkenal di manca negara. "Bahkan ada pameo, belum ke Sumatera Barat, jika belum mengunjungi Jam Gadang,"
Mengingat kembali sejarah, Jam Gadang dibangun oleh arsitek asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh yang secara resmi selesai pada tahun 1926 dengan menghabiskan dana mencapai 3.000 Gulden.
Jam Gadang ini merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina dari Belanda untuk sekretaris (controleur) Kota Bukittinggi (Fort de Kock) yang saat itu dijabat HR Rookmakeer.