PAMERAN JALINAN WAKTU: PEWARNAAN DAN TENUNAN WASTRA INDONESIA DAN JEPANG
02 November 2025 |
10:20 WIB
Pengunjung mengamati koleksi tenunan wastra Jepang di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat (24/10/2025). Pameran yang menampilkan 26 koleksi tenunan wastra Jepang dari Museum Nasional Tokyo yang sebagian besar berupa kimono ini akan berlangsung hingga 7 Desember 2025.
Pameran yang bertajuk Jalinan Waktu: Pewarnaan dan Tenunan Wastra Indonesia dan Jepang ini merupakan hasil kerja sama antara Museum dan Cagar Budaya unit Museum Nasional Indonesia dengan Museum Nasional Tokyo. Pameran ini dikuratori oleh Oyama Yuzuruha, sekaligus Kepala Bagian Penelitian, Museum Nasional Tokyo yang telah mendalami wastra tenunan lebih dari sepuluh tahun.
Melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk menikmati keindahan tradisi tekstil Jepang sekaligus memahami keterkaitannya dengan kekayaan tradisi tekstil Indonesia. Pameran ini memperlihatkan kemiripan teknik tenun yang berkembang di kedua negara, sekaligus menjadi ruang refleksi tentang kelestarian dan masa depan warisan budaya tekstil Asia Timur dan Asia Tenggara.
Kepala Museum dan Cagar Budaya Abi Kusno, menyampaikan bahwa Pameran ini menjadi jembatan budaya antara Indonesia dan Jepang, menunjukkan bahwa tradisi wastra bukan hanya karya estetika, tetapi juga simbol pengetahuan, identitas, dan hubungan lintas waktu antarbangsa. Kami berharap publik dapat melihat bahwa pelestarian warisan budaya tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan yang dapat terus kita anyam bersama.
Pameran dibuka untuk umum mulai 25 Oktober hingga 7 Desember 2025, setiap hari pukul 08.00–20.00 WIB (tutup setiap hari Senin). Selama periode pameran, setiap akhir pekan akan digelar berbagai workshop budaya Jepang, bekerja sama dengan para pecinta seni dan budaya Jepang di Indonesia. Seluruh workshop dapat diikuti secara gratis, dengan tiket masuk museum mengikuti ketentuan yang berlaku di Museum Nasional Indonesia.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.