PAMERAN KARYA SENI DI RUANG TERBUKA HIJAU

23 October 2025   |   21:36 WIB

<br />
Pengunjung mengamati karya yang dipajang pada Pameran Seni Rupa Jakarta Artmospher 2025 di Tebet Eco Park, Jakarta, Selasa (21/10/2025).&nbsp;

Pengunjung mengamati karya yang dipajang pada Pameran Seni Rupa Jakarta Artmospher 2025 di Tebet Eco Park, Jakarta, Selasa (21/10/2025). 
Pameran yang berlangsung hingga 26 Oktober 2025 tersebut diikuti oleh puluhan seniman dari Jakarta dan Yogyakarta yang menghadirkan produk seni dan budaya di ruang publik dengan harapan menjadi ruang interaksi warga dalam berkesenian.
Pameran yang berlangsung hingga 26 Oktober 2025 tersebut diikuti oleh puluhan seniman dari Jakarta dan Yogyakarta yang menghadirkan produk seni dan budaya di ruang publik dengan harapan menjadi ruang interaksi warga dalam berkesenian.
&quot;Melalui kegiatan ini, kita menjadikan taman sebagai jembatan antara seniman muda, madya, hingga senior agar terjadi pertukaran ide, inspirasi dan semangat lintas generasi,&quot; kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar.
"Melalui kegiatan ini, kita menjadikan taman sebagai jembatan antara seniman muda, madya, hingga senior agar terjadi pertukaran ide, inspirasi dan semangat lintas generasi," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar.
Tebet Eco Park dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk mengaktivasi taman kota sebagai ruang berekspresi seni dan budaya, tempat masyarakat dapat berkreasi, berinteraksi serta mendekatkan seni kepada publik luas. Selain itu juga untuk menjembatani kolaborasi antara seniman muda, madya dan senior.
Tebet Eco Park dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk mengaktivasi taman kota sebagai ruang berekspresi seni dan budaya, tempat masyarakat dapat berkreasi, berinteraksi serta mendekatkan seni kepada publik luas. Selain itu juga untuk menjembatani kolaborasi antara seniman muda, madya dan senior.
Taman-taman kota bukan sekedar ruang hijau, melainkan panggung publik tempat masyarakat berinteraksi, berkreasi serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kotanya.&nbsp;Jakarta sebagai kota global tidak hanya modern dan dinamis, tetapi juga memiliki jiwa budaya yang hidup di tengah masyarakatnya.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Taman-taman kota bukan sekedar ruang hijau, melainkan panggung publik tempat masyarakat berinteraksi, berkreasi serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kotanya. Jakarta sebagai kota global tidak hanya modern dan dinamis, tetapi juga memiliki jiwa budaya yang hidup di tengah masyarakatnya.

Editor : Yayus Yuswoprihanto