MAJELIS NYALA PURNAMA PERINGATI HARI KESEHATAN JIWA DAN HARI PANGAN DUNIA
13 October 2025 |
22:36 WIB
Meilati M. Batubara menyampaikan orasi budaya pada acara Majelis Nyala Purnama di Selasar Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/10/2025). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Makara Art Center UI dengan Urban Spiritual Indonesia (USI).
Majelis Nyala Purnama kali ini mengangkat tema Makan Sehat, Jiwa Kuat, Bangsa Hebat yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober dan Hari Pangan Sedunia tiap 16 Oktober.
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia merupakan sebuah momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental bagi setiap individu. Tahun demi tahun, kesadaran akan isu ini terus berkembang, tidak hanya di tingkat global, tetapi juga dalam konteks lokal, termasuk di Indonesia.
Dalam kebudayaan Indonesia yang kaya dan beragam, kita menemukan berbagai nilai, tradisi, dan filosofi hidup yang sesungguhnya telah lama mengajarkan keseimbangan jiwa dan raga. Semuanya menunjukkan pentingnya hubungan harmonis antara manusia dengan diri sendiri, sesama, dan alam semesta. Nilai-nilai ini mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, bahkan sebelum istilah kesehatan jiwa dikenal secara luas.
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia bukan sekadar peringatan, tetapi panggilan untuk bertindak. Mari kita gunakan nilai-nilai luhur budaya Indonesia sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. Karena jiwa yang sehat adalah pondasi dari bangsa yang kuat.
Dalam kebudayaan Indonesia yang kaya dan beragam, kita menemukan berbagai nilai, tradisi, dan filosofi hidup yang sesungguhnya telah lama mengajarkan keseimbangan jiwa dan raga. Semuanya menunjukkan pentingnya hubungan harmonis antara manusia dengan diri sendiri, sesama, dan alam semesta. Nilai-nilai ini mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, bahkan sebelum istilah kesehatan jiwa dikenal secara luas.
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia bukan sekadar peringatan, tetapi panggilan untuk bertindak. Mari kita gunakan nilai-nilai luhur budaya Indonesia sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. Karena jiwa yang sehat adalah pondasi dari bangsa yang kuat.
Setiap 16 Oktober, dunia memperingati Hari Pangan Sedunia. Pangan bukan hanya sekadar kebutuhan dasar manusia, tetapi juga cerminan budaya, identitas, dan keberagaman suatu bangsa.
Indonesia, sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam dan budaya, memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Setiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing, yang tidak hanya lezat, tetapi juga menggambarkan cara hidup, tradisi, dan hasil bumi lokal. Ini adalah kekuatan besar bangsa kita dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Indonesia, sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam dan budaya, memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Setiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing, yang tidak hanya lezat, tetapi juga menggambarkan cara hidup, tradisi, dan hasil bumi lokal. Ini adalah kekuatan besar bangsa kita dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Sejumlah tokoh dari beragam latar profesi seperti seniman, budayawan, dan juga akademisi, antara lain Ngatawi Al Zastrouw, Turita Indah Setyani, Fitra Manan, Ahmad Syafiq, Meilati M. Batubara, Ki Ageng Ganjur, Swara SeadaNya, dan Asep Rachman Muchlas mengisi panggung Majelis Nyala Purnama dengan mementaskan ngaji budaya, musik, puisi, tari, dan meditasi di bawah cahaya sinar bulan purnama.
Edisi : Yayus Yuswoprihanto
Edisi : Yayus Yuswoprihanto
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.