PENAMPILAN WALI GOYANG SYNCHRONIZE FEST 2025

06 October 2025   |   22:14 WIB

Grup musik Wali tampil menghibur penonton pada hari kedua Synchronize Fest 2025 di Jakarta, Sabtu (4/10/2025). Kelompok musik asal Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, tersebut membawakan sejumlah lagu seperti <em>Yank, Nenekku Pahlawanku, Emang Dasar</em> dan <em>Cari Jodoh</em>.<br />
&nbsp;
Grup musik Wali tampil menghibur penonton pada hari kedua Synchronize Fest 2025 di Jakarta, Sabtu (4/10/2025). Kelompok musik asal Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, tersebut membawakan sejumlah lagu seperti Yank, Nenekku Pahlawanku, Emang Dasar dan Cari Jodoh.
 
Kehadiran Wali membawa warna nostalgia sekaligus membumikan musik pop Melayu ke panggung besar kekinian.<br />
&nbsp;
Kehadiran Wali membawa warna nostalgia sekaligus membumikan musik pop Melayu ke panggung besar kekinian.
 
Wali disebut-sebut sebagai bagian dari rangkaian nostalgia yang mempertemukan artis-generasi lama dan baru, sesuai spirit SalingSilang dalam festival ini.<br />
&nbsp;
Wali disebut-sebut sebagai bagian dari rangkaian nostalgia yang mempertemukan artis-generasi lama dan baru, sesuai spirit SalingSilang dalam festival ini.
 
Faktor nostalgia yang kuat menjadikan panggung mereka sebagai titik singgah bagi penggemar lama dan pendengar baru. Bernyanyi dan bergoyang bersama personil Wali mampu menghangatkan suasana panggung Synchronize.
Faktor nostalgia yang kuat menjadikan panggung mereka sebagai titik singgah bagi penggemar lama dan pendengar baru. Bernyanyi dan bergoyang bersama personil Wali mampu menghangatkan suasana panggung Synchronize.
Penampilan Wali bukan sekadar panggung hiburan tambahan, namun menjadi simbol bahwa genre dan gaya musik yang pernah populer di masa lalu tetap punya ruang dalam narasi musik kekinian. Bagi para penggemarnya, ini kesempatan untuk bernostalgia dan merayakan kembali lagu-lagu yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto<br />
<br />
&nbsp;
Penampilan Wali bukan sekadar panggung hiburan tambahan, namun menjadi simbol bahwa genre dan gaya musik yang pernah populer di masa lalu tetap punya ruang dalam narasi musik kekinian. Bagi para penggemarnya, ini kesempatan untuk bernostalgia dan merayakan kembali lagu-lagu yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Editor : Yayus Yuswoprihanto