MUSIK DARI RANGGA DAN CINTA AJAK PENONTON BERNOSTALGIA

06 October 2025   |   21:57 WIB

Penampilan kolaborasi bertajuk <em>Musik Dari Rangga &amp; Cinta</em> menghibur penonton pada hari kedua Synchronize Fest 2025 di Jakarta, Sabtu (4/10/2025). Para penonton diajak bernostlagia dengan suguhan lagu-lagu <em>soundtrack</em> Rangga &amp; Cinta, sebuah remake dari film AADC (2022) dengan versi lebih musikal.<br />
&nbsp;
Penampilan kolaborasi bertajuk Musik Dari Rangga & Cinta menghibur penonton pada hari kedua Synchronize Fest 2025 di Jakarta, Sabtu (4/10/2025). Para penonton diajak bernostlagia dengan suguhan lagu-lagu soundtrack Rangga & Cinta, sebuah remake dari film AADC (2022) dengan versi lebih musikal.
 
Synchronize Fest 2025 menyelipkan <em>Musik Dari Rangga &amp; Cinta </em>sebagai&nbsp;satu program yang membawa suasana nostalgia sekaligus inovatif.<br />
&nbsp;
Synchronize Fest 2025 menyelipkan Musik Dari Rangga & Cinta sebagai satu program yang membawa suasana nostalgia sekaligus inovatif.
 
Proyek ini muncul sebagai adaptasi atau musikalisasi dari film AADC/Rangga &amp; Cinta versi 2022, di mana <em>soundtrack</em> dan kisah film dijalin ulang dalam format pertunjukan musik.<br />
&nbsp;
Proyek ini muncul sebagai adaptasi atau musikalisasi dari film AADC/Rangga & Cinta versi 2022, di mana soundtrack dan kisah film dijalin ulang dalam format pertunjukan musik.
 
Di panggung tersebut &nbsp;tampil nama-nama yang terkait dengan dunia film dan musik seperti Leya Princy, El Putra Sarira, Jasmine Nadya, Kyandra Sembel, Katyana Mawira, Daniella Tumiwa, Rafi Sudirman, serta musisi seperti Andien, Bilal Indrajaya, Hindia, Sal Priadi, Rara Sudirman.<br />
&nbsp;
Di panggung tersebut  tampil nama-nama yang terkait dengan dunia film dan musik seperti Leya Princy, El Putra Sarira, Jasmine Nadya, Kyandra Sembel, Katyana Mawira, Daniella Tumiwa, Rafi Sudirman, serta musisi seperti Andien, Bilal Indrajaya, Hindia, Sal Priadi, Rara Sudirman.
 
Bagi penikmat film AADC, pertunjukan ini bukan sekadar kilas balik melainkan reinterpretasi kisah dan musik dalam bentuk <em>live</em> yang lebih ekspresif. Bagi penonton muda, ini menjadi pintu untuk memahami warisan musik/sinema era sebelumnya melalui cara baru.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto<br />
<br />
<br />
&nbsp;
Bagi penikmat film AADC, pertunjukan ini bukan sekadar kilas balik melainkan reinterpretasi kisah dan musik dalam bentuk live yang lebih ekspresif. Bagi penonton muda, ini menjadi pintu untuk memahami warisan musik/sinema era sebelumnya melalui cara baru.

Editor : Yayus Yuswoprihanto