MERAYAKAN SENI LEWAT ART JAKARTA 2025
08 October 2025 |
19:52 WIB
Jakarta kembali menjadi magnet dunia seni rupa dengan digelarnya salah satu pameran seni terbesar di Asia Tenggara yakni Art Jakarta 2025 yang berlangsung pada Jumat (3/10/2025) hingga Minggu (5/10/2025) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ajang ini menghadirkan 75 galeri dari 16 negara, menampilkan ragam karya seni kontemporer yang memperkaya lanskap seni global.
Kehadiran galeri lintas kawasan menegaskan posisi Art Jakarta sebagai titik temu penting antara seniman, galeri, kolektor, dan pencinta seni dari Asia maupun dunia. Pameran ini bukan sekadar ajang jual-beli karya, tetapi juga ruang dialog dan pertukaran gagasan, di mana ide-ide baru dalam seni rupa kontemporer menemukan tempatnya.
Tahun ini, sejumlah galeri internasional menjadi sorotan utama. Kaikai Kiki Gallery asal Jepang, yang didirikan oleh Takashi Murakami dan dikenal lewat estetika pop art-nya, tampil dengan karya-karya segar. Dari Eropa, Esther Schipper berbasis di Berlin serta Khankhalaev Gallery dari Moscow menambah warna global pameran ini.
Dari kawasan Asia, Warin Lab Contemporary (Bangkok), A+Works of Art dan The Back Room (Malaysia), serta C Square Gallery dari Taichung memperlihatkan dinamika seni kontemporer regional. Sementara itu, Vin Gallery dari Vietnam dan Shanghai menghadirkan lintasan perspektif lintas budaya yang kian memperkaya lanskap Art Jakarta.
Seni rupa Indonesia pun tampil kuat melalui partisipasi berbagai galeri lokal seperti Ara Contemporary, ArtSerpong Gallery, dan ArtSociates yang membawa keragaman pendekatan serta tema dari seniman Tanah Air. Kehadiran mereka mempertegas peran Indonesia bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai pelaku penting dalam peta seni kontemporer Asia.
Fair Director Tom Tandio menyampaikan bahwa pada edisi ke-15 ini, Art Jakarta ingin menjadi wadah yang lebih dinamis bagi para seniman untuk bereksperimen dan menampilkan karya terbaru mereka. Di tengah dunia yang diliputi ketidakpastian akibat konflik, tekanan politik, dan instabilitas ekonomi, seni menurutnya memiliki peran penting sebagai sarana refleksi, penghiburan, dan harapan bagi masyarakat global.
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.