PAMERAN TIGA SENIMAN PEREMPUAN BERTAJUK IF YOU KNOW YOU KNOW

15 September 2025   |   23:10 WIB

Pengunjung mengamati karya seni pameran yang dipajang di Galeri Kendys, Jakarta, Sabtu (13/9/2025). Diinisiasi oleh Atreyu Moniaga Project (AMP), pameran yang mempertemukan tiga seniman muda perempuan yakni Nana Yap, Maria Solimin, dan Emira Bunga ini akan berlangsung hingga 12 Oktober 2025.
Pengunjung mengamati karya seni pameran yang dipajang di Galeri Kendys, Jakarta, Sabtu (13/9/2025). Diinisiasi oleh Atreyu Moniaga Project (AMP), pameran yang mempertemukan tiga seniman muda perempuan yakni Nana Yap, Maria Solimin, dan Emira Bunga ini akan berlangsung hingga 12 Oktober 2025.
Nama Moonveils sendiri lahir dari perbincangan intens tiga seniman yang berupaya menyingkap berbagai tabir yang kerap menyelimuti posisi peran perempuan. Isu-isu mengenai norma kehidupan, sosial budaya, hingga keintiman dalam percakapan antarperempuan yang kerap kali sarat dengan kode-kode khusus pun tak luput dibahas.
Nama Moonveils sendiri lahir dari perbincangan intens tiga seniman yang berupaya menyingkap berbagai tabir yang kerap menyelimuti posisi peran perempuan. Isu-isu mengenai norma kehidupan, sosial budaya, hingga keintiman dalam percakapan antarperempuan yang kerap kali sarat dengan kode-kode khusus pun tak luput dibahas.
Dalam pameran ini, ketiga seniman mencoba membedah kode-kode solidaritas perempuan yang kerap hadir tanpa kata, atau seperti istilah populer saat ini, If You Know, You Know, tidaklah lahir dari ruang hampa. Ada konstruksi norma, sosial, maupun budaya yang membuat itu terjadi.
Dalam pameran ini, ketiga seniman mencoba membedah kode-kode solidaritas perempuan yang kerap hadir tanpa kata, atau seperti istilah populer saat ini, If You Know, You Know, tidaklah lahir dari ruang hampa. Ada konstruksi norma, sosial, maupun budaya yang membuat itu terjadi.
Kode-kode tersebut pun akan mewujud dalam karya seni mereka, yang maknanya dapat dirasakan oleh mereka yang pernah mengalami juga. Karya-karya di pameran ini pun akan menyingkap kode-kode tersembunyi dalam dimensi personal, sosial, maupun kultural.
Kode-kode tersebut pun akan mewujud dalam karya seni mereka, yang maknanya dapat dirasakan oleh mereka yang pernah mengalami juga. Karya-karya di pameran ini pun akan menyingkap kode-kode tersembunyi dalam dimensi personal, sosial, maupun kultural.
Seniman Maria Solimin misalnya, banyak menuangkan keresahannya akan perspektif publik terhadap perempuan yang pendiam. Menjalani kehidupan yang lebih sering membungkam suara sendiri, demi menjaga suasana maupun orang-orang di sekitarnya nyaman, perlahan membuat jiwa Maria dipenuhi kegelisahaan.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Seniman Maria Solimin misalnya, banyak menuangkan keresahannya akan perspektif publik terhadap perempuan yang pendiam. Menjalani kehidupan yang lebih sering membungkam suara sendiri, demi menjaga suasana maupun orang-orang di sekitarnya nyaman, perlahan membuat jiwa Maria dipenuhi kegelisahaan.

Editor : Yayus Yuswoprihanto