PENAMPAKAN GERHANA BULAN YANG LANGKA DI LANGIT INDONESIA
08 September 2025 |
23:36 WIB
Proses fenomena gerhana bulan total diabadikan di Bogor, Jawa Barat, Senin (8/9/20205). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan fenomena gerhana tersebut atau blood moon menghiasi langit pada 7–8 September 2025 dan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia mulai pukul 23.27 WIB hingga 02.56 WIB.
Pada momen ini, bulan tampak memancarkan cahaya merah tembaga, dengan puncak gerhana diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.11 WIB saat bulan berada di ketinggian 31°–39° di langit barat hingga barat daya. Gerhana bulan total kali ini memiliki durasi cukup panjang, yakni 1 jam 22 menit, dan dapat disaksikan di sebagian besar wilayah dunia, termasuk Asia, Australia, Afrika, hingga Eropa bagian timur.
Para pecinta astronomi menyebutnya sebagai salah satu gerhana bulan total terindah yang patut dinantikan, karena bulan tampak seperti bola api yang menggantung di langit malam. Fenomena blood moon terjadi ketika bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti bumi (umbra). Pada kondisi ini, cahaya matahari tidak langsung mencapai permukaan bulan. Namun, alih-alih menghilang dari pandangan, bulan justru memantulkan cahaya merah atau jingga tua. Warna inilah yang membuat fenomena tersebut dijuluki Blood Moon atau Bulan Darah.
Secara ilmiah, perubahan warna ini disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari melalui atmosfer bumi. Saat gerhana berlangsung, sinar matahari melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal. Proses ini menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru dan hijau, sementara cahaya merah dengan gelombang lebih panjang tetap diteruskan. Cahaya merah inilah yang kemudian dipantulkan ke permukaan bulan.
Peristiwa Blood Moon 2025 bukan sekadar tontonan langit biasa. Bagi para penggemar astronomi, ini menjadi kesempatan emas untuk menyaksikan salah satu fenomena alam paling menawan. Dengan durasi panjang dan tampilan warna dramatis, gerhana bulan total kali ini akan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang berkesempatan melihatnya langsung.
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.