BARASUARA BERSUARA DI PANGGUNG PESTAPORA 2025

11 September 2025   |   17:51 WIB

Grup Musik Barasuara menggebrak panggung Pestapora 2025 di Jakarta, Minggu (7/9/2025). Grup musik yang dibentuk pada 2012 ini membawakan sejumlah lagu seperti <em>Merayakan Fana, Etalase, Pancaron</em>a dan <em>Terbuang Dalam Waktu.</em><br />
&nbsp;
Grup Musik Barasuara menggebrak panggung Pestapora 2025 di Jakarta, Minggu (7/9/2025). Grup musik yang dibentuk pada 2012 ini membawakan sejumlah lagu seperti Merayakan Fana, Etalase, Pancarona dan Terbuang Dalam Waktu.
 
Barasuara memutuskan tetap naik panggung di festival musik Pestapora 2025, meskipun acara tersebut disorot karena keterlibatan perusahaan tambang sebagai salah satu sponsor. Keputusan ini diambil di tengah desakan sebagian publik dan sesama musisi yang memilih mundur sebagai bentuk protes.<br />
&nbsp;
Barasuara memutuskan tetap naik panggung di festival musik Pestapora 2025, meskipun acara tersebut disorot karena keterlibatan perusahaan tambang sebagai salah satu sponsor. Keputusan ini diambil di tengah desakan sebagian publik dan sesama musisi yang memilih mundur sebagai bentuk protes.
 
Saat tampil di panggung utama, Barasuara membawakan sejumlah lagu andalan, termasuk lagu-lagunya di awal berdirinya Barasuara pada 2012.<br />
&nbsp;
Saat tampil di panggung utama, Barasuara membawakan sejumlah lagu andalan, termasuk lagu-lagunya di awal berdirinya Barasuara pada 2012.
 
Menjelang akhir penampilan, mereka menyanyikan lagu <em>Etalase</em> sebelum akhirnya menutup dengan <em>Terbuang dalam Waktu</em>. Sebelum lagu terakhir dibawakan, sang vokalis Iga Massardi menyampaikan pesan penuh makna tentang perjalanan Barasuara selama lebih dari satu dekade.<br />
&nbsp;
Menjelang akhir penampilan, mereka menyanyikan lagu Etalase sebelum akhirnya menutup dengan Terbuang dalam Waktu. Sebelum lagu terakhir dibawakan, sang vokalis Iga Massardi menyampaikan pesan penuh makna tentang perjalanan Barasuara selama lebih dari satu dekade.
 
&ldquo;Lagu terakhir kami ini yang kalian tunggu-tunggu, kan? Terima kasih buat semua yang sudah mengenal Barasuara lewat lagu <em>Terbuang Dalam Waktu</em>. Inilah, terbuang dalam rezim,&rdquo; ujar Iga dari atas panggung. Sorak penonton langsung membahana. Ribuan pasang mata tertuju ke panggung, ikut bernyanyi serempak sejak intro lagu dimainkan hingga akhir, menutup penampilan Barasuara dengan penuh energi dan emosi.<br />
&nbsp;
“Lagu terakhir kami ini yang kalian tunggu-tunggu, kan? Terima kasih buat semua yang sudah mengenal Barasuara lewat lagu Terbuang Dalam Waktu. Inilah, terbuang dalam rezim,” ujar Iga dari atas panggung. Sorak penonton langsung membahana. Ribuan pasang mata tertuju ke panggung, ikut bernyanyi serempak sejak intro lagu dimainkan hingga akhir, menutup penampilan Barasuara dengan penuh energi dan emosi.
 
Dengan tetap naik panggung, Barasuara menegaskan bahwa panggung musik bukan hanya ruang ekspresi, tapi juga ruang dialog termasuk soal dilema etika yang dihadapi para pelaku seni hari ini.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Dengan tetap naik panggung, Barasuara menegaskan bahwa panggung musik bukan hanya ruang ekspresi, tapi juga ruang dialog termasuk soal dilema etika yang dihadapi para pelaku seni hari ini.

Editor : Yayus Yuswoprihanto