DKJ GELAR MIMBAR BEBAS SUARAKAN KERESAHAN SENIMAN

02 September 2025   |   21:03 WIB

Seorang seniman mementaskan seni tari dalam acara bertajuk Seni Lawan Tirani di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (1/9/2025). Acara yang digagas oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini mengajak seniman hingga musisi untuk menyampaikan aspirasinya.
Seorang seniman mementaskan seni tari dalam acara bertajuk Seni Lawan Tirani di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (1/9/2025). Acara yang digagas oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini mengajak seniman hingga musisi untuk menyampaikan aspirasinya.
Ratusan masyarakat sipil, seniman, sastrawan, dan musisi berkumpul menyuarakan pendapat mereka tentang situasi Indonesia yang memanas dalam sepekan terakhir. Ada yang berekspresi lewat mural, performance art, membaca cerpen, hingga beragitasi untuk terus menjaga sesama warga.
Ratusan masyarakat sipil, seniman, sastrawan, dan musisi berkumpul menyuarakan pendapat mereka tentang situasi Indonesia yang memanas dalam sepekan terakhir. Ada yang berekspresi lewat mural, performance art, membaca cerpen, hingga beragitasi untuk terus menjaga sesama warga.
Sejumlah seniman dan pekerja kreatif yang hadir antara lain Irawan Karseno, Fikar W. Eda, Cholil Mahmud, Kunto Aji, Reda Gaudiamo, Dea Anugerah, Eka Annash, Ayu Utami, Bivthri Susanti, dan beberapa nama lainnya. Mereka mengajak untuk saling menjaga satu sama lain, terutama setelah meletupnya tragedi demo yang berujung pada kerusuhan di sejumlah daerah yang menelan korban dari masyarakat sipil.
Sejumlah seniman dan pekerja kreatif yang hadir antara lain Irawan Karseno, Fikar W. Eda, Cholil Mahmud, Kunto Aji, Reda Gaudiamo, Dea Anugerah, Eka Annash, Ayu Utami, Bivthri Susanti, dan beberapa nama lainnya. Mereka mengajak untuk saling menjaga satu sama lain, terutama setelah meletupnya tragedi demo yang berujung pada kerusuhan di sejumlah daerah yang menelan korban dari masyarakat sipil.
Diketahui, aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta dan sejumlah daerah pada akhir Agustus 2025 berujung pada kerusuhan, dan penjarahan rumah beberapa pejabat. Peristiwa ini dipicu oleh kemarahan publik atas kenaikan tunjangan anggota DPR serta isu ketidakadilan ekonomi.
Diketahui, aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta dan sejumlah daerah pada akhir Agustus 2025 berujung pada kerusuhan, dan penjarahan rumah beberapa pejabat. Peristiwa ini dipicu oleh kemarahan publik atas kenaikan tunjangan anggota DPR serta isu ketidakadilan ekonomi.
Pada aksi tersebut DKJ menyampaikan belasungkawa terhadap para korban dan menegaskan tidak boleh ada satu nyawa lagi yang dikorbankan. DKJ juga menyatakan sikap :<br />
1. Kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat harus dilindungi tanpa syarat sebagai bagian dari Hak Azasi Manusia.<br />
2. Menuntut aparatur negara menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil, termasuk kepada seniman dan pekerja seni.<br />
3. Menuntut agar setiap pelaku kekerasan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa pandang bulu.<br />
4. Pemerintah perlu serius mendengarkan aspirasi rakyat, memenuhi hak-hak azasi dan kebutuhan rakyat, dan tidak semata-mata memikirkan kepentingan elite politik saja. Hentikan perilaku tidak tahu malu yang makin gamblang menunjukkan sikap-sikap koruptif, kolusi, nepotisme, dan penguasaan ekonomi oleh segelintir kelompok elite.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Pada aksi tersebut DKJ menyampaikan belasungkawa terhadap para korban dan menegaskan tidak boleh ada satu nyawa lagi yang dikorbankan. DKJ juga menyatakan sikap :
1. Kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat harus dilindungi tanpa syarat sebagai bagian dari Hak Azasi Manusia.
2. Menuntut aparatur negara menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil, termasuk kepada seniman dan pekerja seni.
3. Menuntut agar setiap pelaku kekerasan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa pandang bulu.
4. Pemerintah perlu serius mendengarkan aspirasi rakyat, memenuhi hak-hak azasi dan kebutuhan rakyat, dan tidak semata-mata memikirkan kepentingan elite politik saja. Hentikan perilaku tidak tahu malu yang makin gamblang menunjukkan sikap-sikap koruptif, kolusi, nepotisme, dan penguasaan ekonomi oleh segelintir kelompok elite.

Editor : Yayus Yuswoprihanto