PAMERAN TUNGGAL AGUNG KURNIAWAN

26 August 2025   |   18:52 WIB

Pengunjung mengamati karya seni yang dipajang di ROH Galeri di Jakarta, Rabu (13/8/2025). ROH mempersembahkan pameran tunggal pertama Agung Kurniawan yang berjudul Whoever Stays Until The End Will Tell The Story. Pameran yang disertai dengan teks oleh kurator Mira Asriningtyas dan Exquisite Corpse ini berlangsung hingga 7 September 2025.
Pengunjung mengamati karya seni yang dipajang di ROH Galeri di Jakarta, Rabu (13/8/2025). ROH mempersembahkan pameran tunggal pertama Agung Kurniawan yang berjudul Whoever Stays Until The End Will Tell The Story. Pameran yang disertai dengan teks oleh kurator Mira Asriningtyas dan Exquisite Corpse ini berlangsung hingga 7 September 2025.
Agung Kurniawan adalah seniman multidisiplin yang berkarya melalui gambar, instalasi, dan dalam beberapa tahun terakhir tampil pada teater dan seni pertunjukan. Ia mengkaji aspek sosio-politik serta historis dari trauma dan tragedi yang terjadi di suatu tempat atau bangsa dengan mengungkap kisah-kisah dari sumber langsung kemudian menceritakannya kembali melalui narasi imajinatifnya.
Agung Kurniawan adalah seniman multidisiplin yang berkarya melalui gambar, instalasi, dan dalam beberapa tahun terakhir tampil pada teater dan seni pertunjukan. Ia mengkaji aspek sosio-politik serta historis dari trauma dan tragedi yang terjadi di suatu tempat atau bangsa dengan mengungkap kisah-kisah dari sumber langsung kemudian menceritakannya kembali melalui narasi imajinatifnya.
Seniman asal Jember ini mengenyam pendidikan Arkeologi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 1987 dan kemudian di Departemen Seni Rupa dengan konsentrasi seni cetak di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta,  pada 1991.
Seniman asal Jember ini mengenyam pendidikan Arkeologi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 1987 dan kemudian di Departemen Seni Rupa dengan konsentrasi seni cetak di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta,  pada 1991.
Praktik seni Kurniawan telah berlangsung lebih dari dua puluh tahun dengan berbagai pameran tunggal yang diadakan di dalam dan luar negeri.<br />
<br />
&nbsp;
Praktik seni Kurniawan telah berlangsung lebih dari dua puluh tahun dengan berbagai pameran tunggal yang diadakan di dalam dan luar negeri.

 
Salah satu tolok ukur pameran Kurniawan adalah kisah My Name is Red karya Orhan Pamuk, sebuah novel berlatar Istanbul di akhir abad ke-16 tentang dua miniaturis Ottoman yang terjebak di antara tradisi dan pengaruh perspektif barat yang semakin kuat.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Salah satu tolok ukur pameran Kurniawan adalah kisah My Name is Red karya Orhan Pamuk, sebuah novel berlatar Istanbul di akhir abad ke-16 tentang dua miniaturis Ottoman yang terjebak di antara tradisi dan pengaruh perspektif barat yang semakin kuat.

Editor : Yayus Yuswoprihanto