TEATER KOMA PENTASKAN MENCARI SEMAR, KISAH SANG PUNAKAWAN BIJAK

13 August 2025   |   11:31 WIB

Seniman dari Teater Koma mementaskan Mencari Semar hasil kolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa (12/8/2025). Pentas tersebut merupakan sebuah lakon fantasi yang menggabungkan mitologi Jawa dengan narasi futuristik.
Seniman dari Teater Koma mementaskan Mencari Semar hasil kolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa (12/8/2025). Pentas tersebut merupakan sebuah lakon fantasi yang menggabungkan mitologi Jawa dengan narasi futuristik.
Ditulis dan disutradarai oleh Rangga Riantiarno, Mencari Semar mengisahkan tentang Semar, sang punakawan bijak yang menyimpan pusaka sakti bernama Jimat Kalimasada dalam tubuhnya di masa pension. Seiring berjalannya waktu, Kekaisaran Nimacha, sebuah peradaban futuristik yang hidup berdasarkan Perintah Utama menghadapi ancaman kepunahan akibat Perintah yang telah berkali-kali ditulis ulang, lima Agen diutus untuk mencari jalan keluar.&nbsp;<br />
&nbsp;
Ditulis dan disutradarai oleh Rangga Riantiarno, Mencari Semar mengisahkan tentang Semar, sang punakawan bijak yang menyimpan pusaka sakti bernama Jimat Kalimasada dalam tubuhnya di masa pension. Seiring berjalannya waktu, Kekaisaran Nimacha, sebuah peradaban futuristik yang hidup berdasarkan Perintah Utama menghadapi ancaman kepunahan akibat Perintah yang telah berkali-kali ditulis ulang, lima Agen diutus untuk mencari jalan keluar. 
 
Mereka menemukan catatan sejarah tentang Kalimasada dan meyakini bahwa jimat itu mampu menulis ulang Perintah Utama. Demi menguasainya, para Agen ditugaskan untuk mencari Semar dan membawanya ke Ruang Putih, ruang ilusi yang dirancang untuk menarik keluar Kalimasada. Teater ini akan memadukan kekuatan cerita, kekayaan visual, musik, tarian dan teknologi panggung dalam satu pengalaman teatrikal yang imersif.&nbsp;<br />
&nbsp;
Mereka menemukan catatan sejarah tentang Kalimasada dan meyakini bahwa jimat itu mampu menulis ulang Perintah Utama. Demi menguasainya, para Agen ditugaskan untuk mencari Semar dan membawanya ke Ruang Putih, ruang ilusi yang dirancang untuk menarik keluar Kalimasada. Teater ini akan memadukan kekuatan cerita, kekayaan visual, musik, tarian dan teknologi panggung dalam satu pengalaman teatrikal yang imersif. 
 
Teater Koma adalah sebuah kelompok seni panggung yang didirikan oleh Nano Riantiarno, Ratna Madjid, Sjaeful Anwar, Rudjito, Rima Melati, Jajang Pamontjak, Titi Qadarsih, Cini Goenarwan, Jimi B. Ardi, Otong Lenon, Zaenal Bungsu, dan Agung Dauhan pada 1 Maret 1977 di Jakarta.&nbsp;Sebagai kelompok teater yang sudah cukup tua, Teater Koma memiliki reputasi yang cukup bagus di kancah perteateran Indonesia. Hingga 2025, sudah memproduksi lebih dari 230 naskah cerita yang diminkan baik di layar televisi maupun di panggung konvensional.&nbsp;<br />
Mereka sering melakukan kiprah kreatifnya di Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, TVRI, Gedung Kesenian Jakarta, dan Ciputra Artprenuer.<br />
&nbsp;
Teater Koma adalah sebuah kelompok seni panggung yang didirikan oleh Nano Riantiarno, Ratna Madjid, Sjaeful Anwar, Rudjito, Rima Melati, Jajang Pamontjak, Titi Qadarsih, Cini Goenarwan, Jimi B. Ardi, Otong Lenon, Zaenal Bungsu, dan Agung Dauhan pada 1 Maret 1977 di Jakarta. Sebagai kelompok teater yang sudah cukup tua, Teater Koma memiliki reputasi yang cukup bagus di kancah perteateran Indonesia. Hingga 2025, sudah memproduksi lebih dari 230 naskah cerita yang diminkan baik di layar televisi maupun di panggung konvensional. 
Mereka sering melakukan kiprah kreatifnya di Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, TVRI, Gedung Kesenian Jakarta, dan Ciputra Artprenuer.
 
Teater Koma yang tahun ini berusia 48 tahun berupaya tetap konsisten menghadirkan dua produksi panggung setiap tahun. Ratna Riantiarno sebagai salah satu pendiri Teater Koma mengatakan pihaknya terus menjaga momentum itu sebagai perjalanan menuju ulang tahun emas ke-50 pada 2027.<br />
&nbsp;
Teater Koma yang tahun ini berusia 48 tahun berupaya tetap konsisten menghadirkan dua produksi panggung setiap tahun. Ratna Riantiarno sebagai salah satu pendiri Teater Koma mengatakan pihaknya terus menjaga momentum itu sebagai perjalanan menuju ulang tahun emas ke-50 pada 2027.
 
Buat GenHype yang berminat menyaksikan lakon Mencari Semar, catat jadwalnya, 13-17 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur dengan jadwal pementasan Rabu (19.30 WIB), Kamis (19.30 WIB), Jumat (19.30 WIB), Sabtu (13.30 &amp; 19.30 WIB), dan Minggu (13.30 WIB).&nbsp;Jangan sampe terlewat yaa&hellip;<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto<br />
&nbsp;
Buat GenHype yang berminat menyaksikan lakon Mencari Semar, catat jadwalnya, 13-17 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur dengan jadwal pementasan Rabu (19.30 WIB), Kamis (19.30 WIB), Jumat (19.30 WIB), Sabtu (13.30 & 19.30 WIB), dan Minggu (13.30 WIB). Jangan sampe terlewat yaa…

Editor : Yayus Yuswoprihanto