DJAKARTA INTERNATIONAL THEATER PLATFORM 2025

08 August 2025   |   23:37 WIB

Seniman dari Teater Tetas mementaskan Plunge pada acara Djakarta International Theater Platform (DITP) 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (5/8/2025). Lakon Plunge yang dibawakan oleh Teater Tetas tersebut merupakan karya dari Jean Tay (Singapura). Kisah tersebut membawa penonton menyelami dunia Isabel dan Ina, dua tokoh perempuan beretnis Tionghoa, yang hidup dalam gejolak krisis moneter dan kerusuhan sosial 1998, meski tempat mereka terpisah.
Seniman dari Teater Tetas mementaskan Plunge pada acara Djakarta International Theater Platform (DITP) 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (5/8/2025). Lakon Plunge yang dibawakan oleh Teater Tetas tersebut merupakan karya dari Jean Tay (Singapura). Kisah tersebut membawa penonton menyelami dunia Isabel dan Ina, dua tokoh perempuan beretnis Tionghoa, yang hidup dalam gejolak krisis moneter dan kerusuhan sosial 1998, meski tempat mereka terpisah.
DITP yang digelar pada 5 sampai 12 Agustus 2025 diinisiasi oleh Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerja sama dengan mitra penyelenggara yakni Gema Citra Nusantara.
DITP yang digelar pada 5 sampai 12 Agustus 2025 diinisiasi oleh Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerja sama dengan mitra penyelenggara yakni Gema Citra Nusantara.
Pada tahun ini DITP 2025 diikuti oleh tujuh kelompok teater yakni dari Jakarta, Magelang, Bali, Padang, Malaysia, dan Vietnam.
Pada tahun ini DITP 2025 diikuti oleh tujuh kelompok teater yakni dari Jakarta, Magelang, Bali, Padang, Malaysia, dan Vietnam.
Memasuki tahun ke-8 penyelenggaraannya, DITP terus memperkuat posisinya sebagai ruang untuk eksperimen artistik, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi lintas disiplin di bidang seni pertunjukan.
Memasuki tahun ke-8 penyelenggaraannya, DITP terus memperkuat posisinya sebagai ruang untuk eksperimen artistik, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi lintas disiplin di bidang seni pertunjukan.
Mengusung tema kuratorial <em>Rumah Panggung</em>, DITP 2025 mengajak publik untuk meninjau ulang identitas dan eksistensi manusia di tengah derasnya arus informasi, teknologi digital, dan dinamika ilmu pengetahuan.
Mengusung tema kuratorial Rumah Panggung, DITP 2025 mengajak publik untuk meninjau ulang identitas dan eksistensi manusia di tengah derasnya arus informasi, teknologi digital, dan dinamika ilmu pengetahuan.
DITP juga dimeriahkan oleh pertunjukan dari kelompok teater lokal dan internasional, menjadikan perhelatan ini sebagai salah satu agenda wajib bagi penikmat seni pertunjukan di Jakarta.&nbsp;Sebagai informasi, sejak awal kehadirannya DITP dibayangkan bukan sekadar ajang pertunjukan, melainkan juga ruang pertukaran gagasan kritis tentang kondisi penciptaan teater kontemporer.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
DITP juga dimeriahkan oleh pertunjukan dari kelompok teater lokal dan internasional, menjadikan perhelatan ini sebagai salah satu agenda wajib bagi penikmat seni pertunjukan di Jakarta. Sebagai informasi, sejak awal kehadirannya DITP dibayangkan bukan sekadar ajang pertunjukan, melainkan juga ruang pertukaran gagasan kritis tentang kondisi penciptaan teater kontemporer.

Editor : Yayus Yuswoprihanto