PERINGATI HARI ANAK NASIONAL DENGAN MENGHIDUPKAN KEMBALI PERMAINAN TRADISIONAL
22 July 2025 |
21:32 WIB
Sejumlah anak mencoba permainan tradisional saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/7/2025). Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025 serta untuk menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai upaya meminimalisasi pengaruh penggunaan gawai dalam kehidupan anak.
Permainan tradisional bukan hanya sekadar nostalgia semata, tetapi merupakan sebuah warisan budaya yang sarat makna di dalamnya seperti nilai kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas. Terlebih di era dominasi gawai saat ini, anak-anak sangat perlu untuk mendapatkan ruang bermain yang menyehatkan fisik serta mental.
Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli dipandang sebagai momen penting untuk merayakan hak dan potensi anak-anak Indonesia. Pada tahun ini, peringatan HAN membawa semangat baru yang berfokus pada upaya meminimalisasi pengaruh gawai (gadget) dalam kehidupan anak, serta kembali mengenalkan permainan tradisional.
Permainan tradisional tersebut diharapkan dapat tetap lestari dan menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda. Terlebih banyak manfaat yang didapat dari permainan itu seperti mengembangkan keterampilan motorik, hubungan sosial, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya.
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.