PAMERAN TUNGGAL MOELYONO DAN SENI RUPA LUDRUKAN DESA

14 July 2025   |   22:03 WIB

Para seniman yang tergabung dalam Ludruk Budhi Wijaya menampilkan ludruk dengan lakon <em>Geger Pabrik Gula Gempol Kerep</em> pada Pameran Tunggal Moelyono dan Seni Rupa Ludrukan Desa di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Jumat (11/7/2025). Pameran tunggal ini menghadirkan karya-karya Moelyono, seorang seniman yang sejak 1980-an konsisten mengolah isu-isu desa, rakyat kecil, dan perjuangan hidup mereka melalui seni rupa dan teater rakyat.&nbsp;
Para seniman yang tergabung dalam Ludruk Budhi Wijaya menampilkan ludruk dengan lakon Geger Pabrik Gula Gempol Kerep pada Pameran Tunggal Moelyono dan Seni Rupa Ludrukan Desa di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Jumat (11/7/2025). Pameran tunggal ini menghadirkan karya-karya Moelyono, seorang seniman yang sejak 1980-an konsisten mengolah isu-isu desa, rakyat kecil, dan perjuangan hidup mereka melalui seni rupa dan teater rakyat. 
Pameran yang berlangsung hingga 19 Juli 2025 tersebut mengajak kita untuk menyimak desa sebagai sumber inspirasi sekaligus medan perjuangan sosial budaya. Moelyono memulai pameran pertamanya di Bentara Budaya Jakarta sejak 2007 dan terus berkarya meski melewati fase pemulihan dari sakit. Dia bangkit dengan semangat baru melalui karya-karyanya yang menakjubkan, sehingga pameran ini menjadi pernyataan kuat atas kesetiaan Moelyono terhadap desa dan rakyat kecil.
Pameran yang berlangsung hingga 19 Juli 2025 tersebut mengajak kita untuk menyimak desa sebagai sumber inspirasi sekaligus medan perjuangan sosial budaya. Moelyono memulai pameran pertamanya di Bentara Budaya Jakarta sejak 2007 dan terus berkarya meski melewati fase pemulihan dari sakit. Dia bangkit dengan semangat baru melalui karya-karyanya yang menakjubkan, sehingga pameran ini menjadi pernyataan kuat atas kesetiaan Moelyono terhadap desa dan rakyat kecil.
Moelyono memang tidak hanya dikenal sebagai seniman tetapi juga sebagai pendidik rakyat yang menyelami kehidupan desa dengan tulus. Bagi Moelyono, seni bukan sekadar objek estetika, melainkan sebagai medium penyadaran sosial yang hidup dan membumi.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto<br />
&nbsp;
Moelyono memang tidak hanya dikenal sebagai seniman tetapi juga sebagai pendidik rakyat yang menyelami kehidupan desa dengan tulus. Bagi Moelyono, seni bukan sekadar objek estetika, melainkan sebagai medium penyadaran sosial yang hidup dan membumi.

Editor : Yayus Yuswoprihanto