PEMENTASAN DRAMA TARI RAKEAN KALANG SUNDA DARI NASKAH PANTUN BOGOR
10 July 2025 |
20:15 WIB
Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pendidikan Seni dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Program Studi Pendidikan Seni Tari menggelar pementasan pantun Sunda dalam sebuah drama tari Rakean Kalang Sunda Tanggeur Manggala Pajajaran di Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/7/2025).
Pagelaran drama tari ini bersumber dari tradisi lisan sastra Sunda berupa Pantun Pajajaran Bogor, Lalakon Dadap Malang Sisi Cimandiri dan Ronggeng 7 Kalasirna, dengan narasumber Edy Yusuf (Ki Kalong Hideung) sebagai pewaris pantun Bogor. Berbeda dengan pantun dalam pengertian umum (puisi empat baris dengan sampiran dan isi), Pantun Sunda, termasuk yang berasal dari Bogor ini, adalah bentuk seni yang melibatkan seorang juru pantun yang menceritakan cerita sambil diiringi musik kecapi.
Dalam lakon pantun itu bercerita tentang kisah pelarian Rakean Kalang Sunda, tokoh dalam cerita rakyat Sunda legenda Pajajaran, yang harus melindungi Putri Purnamasari, putri bungsu dari Prabu Siliwangi, yang kala itu Kerajaan Pajajaran sedang digempur oleh tiga kerajaan Islam yaitu Kerajaan Cirebon, Demak dan Kasultanan Banten.
Sekelumit cinta mulai tumbuh diantara keduanya. Namun sayang, leluhur tidak mengkehendaki hubungan tersebut, membuat Kalang Sunda dikutuk dan tidak dapat bertemu kembali dengan Putri Purnamasari. Kalang Sunda memilih menjadi seorang Lutung agar dapat terus menjaga Putri Purnamasari tanpa terganggu nafsu.
Menurut pewaris Pantun Bogor, Edy Yusuf, drama tari Rakean Kalang Sunda lebih menceritakan kisah heroik seorang warga Pajajaran yang menjaga titah raja untuk menjaga kedaulatan Kerajaan Pajajaran dari penjajahan kerajaan lain, termasuk untuk mendampingi Putri Purnamasari dari kejaran dalam pelarian setelah Kerajaan Pajajaran runtuh.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.