MENGENANG SOSOK PENYAIR LEGENDARIS SAPARDI DJOKO DAMONO

01 July 2025   |   22:21 WIB

Pengunjung menyaksikan pameran mini Sapardi Djoko Damono di M Bloc, Jakarta, Minggu (29/6/2025). Pameran yang berisi berbagai koleksi buku sastra dan puisi terkurasi, lukisan dan foto, serta barang-barang milik karya Sapardi Djoko Damono tersebut diinisiasi oleh Indonesia Tera yang berkolaborasi dengan Patjar Merah.<br />
&nbsp;
Pengunjung menyaksikan pameran mini Sapardi Djoko Damono di M Bloc, Jakarta, Minggu (29/6/2025). Pameran yang berisi berbagai koleksi buku sastra dan puisi terkurasi, lukisan dan foto, serta barang-barang milik karya Sapardi Djoko Damono tersebut diinisiasi oleh Indonesia Tera yang berkolaborasi dengan Patjar Merah.
 
Pada pameran ini, para pecinta sastra diajak mengenal lebih dalam sosok Sapardi Djoko Damono sebagai penyair legendaris Indonesia, sekaligus mengenang karya-karyanya yang membekas dalam guratan tulisan sastra para generasi muda yang terinspirasi darinya.
Pada pameran ini, para pecinta sastra diajak mengenal lebih dalam sosok Sapardi Djoko Damono sebagai penyair legendaris Indonesia, sekaligus mengenang karya-karyanya yang membekas dalam guratan tulisan sastra para generasi muda yang terinspirasi darinya.
Tidak hanya benda berisi syair dan sajak, berbagai barang memorabilia yang identik dengan Sapardi turut dipajang dan dipertontonkan, sehingga membuat siapapun yang melihatnya terbawa ke masa lalu kala cahaya mata sang maestro belum padam. Barang-barang tersebut antara lain foto dan lukisan, pakaian dan topi <em>flatcap</em> yang sangat ikonik, hingga piagam penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Award 2016 atas karyanya di bidang Ilmu Kebudayaan.
Tidak hanya benda berisi syair dan sajak, berbagai barang memorabilia yang identik dengan Sapardi turut dipajang dan dipertontonkan, sehingga membuat siapapun yang melihatnya terbawa ke masa lalu kala cahaya mata sang maestro belum padam. Barang-barang tersebut antara lain foto dan lukisan, pakaian dan topi flatcap yang sangat ikonik, hingga piagam penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Award 2016 atas karyanya di bidang Ilmu Kebudayaan.
Selain pameran, kegiatan ini diisi dengan diskusi sekaligus peluncuran buku Sejumlah Sajak Sapardi Djoko Damono, Rubaiyat Den Sastro, yang dihadiri oleh Sejarawan &amp; Penulis Hilmar Farid, Penggambar Sampul &amp; isi Rubaiyat Den Sastro, Iwan Effendi, Istri Sapardi Djoko Damono, Sonya Indriati Sondakh, dan Penulis &amp; Musisi Reda Gaudiamo. Para narasumber tersebut mengenang dan bercerita tentang pengalaman mereka bersama Sapardi.
Selain pameran, kegiatan ini diisi dengan diskusi sekaligus peluncuran buku Sejumlah Sajak Sapardi Djoko Damono, Rubaiyat Den Sastro, yang dihadiri oleh Sejarawan & Penulis Hilmar Farid, Penggambar Sampul & isi Rubaiyat Den Sastro, Iwan Effendi, Istri Sapardi Djoko Damono, Sonya Indriati Sondakh, dan Penulis & Musisi Reda Gaudiamo. Para narasumber tersebut mengenang dan bercerita tentang pengalaman mereka bersama Sapardi.
Buku tersebut menghadirkan berbagai karya-karya tersembunyi Sapardi Djoko Damono yang selama dua dekade tersimpan di dalam sebuah amplop cokelat dan disimpan oleh salah seorang kawannya.&nbsp;
Buku tersebut menghadirkan berbagai karya-karya tersembunyi Sapardi Djoko Damono yang selama dua dekade tersimpan di dalam sebuah amplop cokelat dan disimpan oleh salah seorang kawannya. 
Amplop tersebut berisi sepucuk arsip naskah asli Rubaiyat Den Sastro yang dititipkan kepada Reda Gaudiamo, dengan pesan untuk menyimpannya sampai waktunya tiba, hingga akhirnya dikonversikan ke dalam sebuah buku. Selain itu, buku ini hadir bersama kumpulan kisah yang ditulis oleh para sahabat dan murid Sapardi.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Amplop tersebut berisi sepucuk arsip naskah asli Rubaiyat Den Sastro yang dititipkan kepada Reda Gaudiamo, dengan pesan untuk menyimpannya sampai waktunya tiba, hingga akhirnya dikonversikan ke dalam sebuah buku. Selain itu, buku ini hadir bersama kumpulan kisah yang ditulis oleh para sahabat dan murid Sapardi.

Editor : Yayus Yuswoprihanto