FESTIVAL TEATER TRADISIONAL YANG SARAT NILAI KEARIFAN LOKAL

16 June 2025   |   22:48 WIB

Seniman dari Sanggar Bale mementaskan lenong dengan lakon <em>Gautama</em> pada acara Festival Teater Tradisional di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Seniman dari Sanggar Bale mementaskan lenong dengan lakon Gautama pada acara Festival Teater Tradisional di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Festival yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti 15 sanggar dengan mengangkat budaya tradisi Betawi, Melayu, Sunda, Jawa, hingga Cina sebagai bentuk apresiasi terhadap seni pertunjukan tradisional yang tumbuh dari akar budaya masyarakat.<br />
&nbsp;
Festival yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti 15 sanggar dengan mengangkat budaya tradisi Betawi, Melayu, Sunda, Jawa, hingga Cina sebagai bentuk apresiasi terhadap seni pertunjukan tradisional yang tumbuh dari akar budaya masyarakat.
 
Cerita rakyat yang diangkat bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga cermin nilai-nilai sosial yang masih relevan hingga hari ini, seperti gotong royong, kejujuran, dan penghormatan terhadap leluhur. Festival ini menyuguhkan panggung cerita rakyat yang kaya makna dan sarat nilai kearifan lokal.
Cerita rakyat yang diangkat bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga cermin nilai-nilai sosial yang masih relevan hingga hari ini, seperti gotong royong, kejujuran, dan penghormatan terhadap leluhur. Festival ini menyuguhkan panggung cerita rakyat yang kaya makna dan sarat nilai kearifan lokal.
Melalui festival teater, penonton diajak menyelami kembali cerita-cerita rakyat yang pernah tumbuh di sekitarnya, kisah yang tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga adat, tradisi, dan identitas budaya kita di tengah arus zaman yang terus bergulir.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Melalui festival teater, penonton diajak menyelami kembali cerita-cerita rakyat yang pernah tumbuh di sekitarnya, kisah yang tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga adat, tradisi, dan identitas budaya kita di tengah arus zaman yang terus bergulir.

Editor : Yayus Yuswoprihanto