MENGENAL LEBIH JAUH SEJARAH CATUR INDONESIA

11 June 2025   |   20:58 WIB

Pengunjung mengamati koleksi catur yang dipajang di Museum Catur Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/6/2025.) Museum tersebut menyajikan pengalaman virtual sejarah awal olahraga catur hingga munculnya salah satu olahraga tertua ini di Indonesia. Selain itu banyak koleksi catur dari berbagai daerah yang disimpan di museum ini.<br />
&nbsp;
Pengunjung mengamati koleksi catur yang dipajang di Museum Catur Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/6/2025.) Museum tersebut menyajikan pengalaman virtual sejarah awal olahraga catur hingga munculnya salah satu olahraga tertua ini di Indonesia. Selain itu banyak koleksi catur dari berbagai daerah yang disimpan di museum ini.
 
Museum ini mendokumentasikan perkembangan PB Percasi yang telah melahirkan pecatur-pecatur terbaik Tanah Air&nbsp; dengan menyandang gelar Grand Master serta dilengkapi dengan diorama sejarah catur nasional.
Museum ini mendokumentasikan perkembangan PB Percasi yang telah melahirkan pecatur-pecatur terbaik Tanah Air  dengan menyandang gelar Grand Master serta dilengkapi dengan diorama sejarah catur nasional.
Selain itu, museum ini juga menyimpan sejumlah koleksi catur unik dari berbagai daerah mulai dari catur bermotif khas Bali, Sunda, Jawa hingga catur dengan corak khas budaya Rusia.<br />
&nbsp;
Selain itu, museum ini juga menyimpan sejumlah koleksi catur unik dari berbagai daerah mulai dari catur bermotif khas Bali, Sunda, Jawa hingga catur dengan corak khas budaya Rusia.
 
Museum yang berlokasi di Jalan Raya Siliwangi No.15, Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Bekasi, ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan referensi bagi pencinta catur dari berbagai kalangan. Genhype ada yang tertarik menggeluti olahraga ini?&nbsp;<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Museum yang berlokasi di Jalan Raya Siliwangi No.15, Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Bekasi, ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan referensi bagi pencinta catur dari berbagai kalangan. Genhype ada yang tertarik menggeluti olahraga ini? 

Editor : Yayus Yuswoprihanto