GUNTUR SOEKARNO PERSEMBAHKAN GELEGAR FOTO NUSANTARA DI BULAN BUNG KARNO

02 June 2025   |   19:02 WIB

Putra sulung Presiden Soekarno, Guntur Soekarno, atau yang akrab disapa Mas Tok, akan menggelar pameran foto di Galeri Nasional pada 7–13 Juni 2025. Pameran bertajuk Gelegar Foto Nusantara (GFN) 2025 ini bertepatan dengan Bulan Bung Karno dan menjadi bagian dari aksi galang dana untuk membantu seniman, musisi, wartawan, serta pekerja seni lainnya.
Putra sulung Presiden Soekarno, Guntur Soekarno, atau yang akrab disapa Mas Tok, akan menggelar pameran foto di Galeri Nasional pada 7–13 Juni 2025. Pameran bertajuk Gelegar Foto Nusantara (GFN) 2025 ini bertepatan dengan Bulan Bung Karno dan menjadi bagian dari aksi galang dana untuk membantu seniman, musisi, wartawan, serta pekerja seni lainnya.
Kecintaan Mas Tok terhadap fotografi bermula sejak masa kecil, tepatnya saat duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia mendapatkan hadiah kamera dari ayahnya, Bung Karno, sebagai penghargaan atas prestasinya meraih nilai bagus. Sebuah momen kecil yang kelak membentuk perjalanan panjangnya sebagai fotografer.
Kecintaan Mas Tok terhadap fotografi bermula sejak masa kecil, tepatnya saat duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia mendapatkan hadiah kamera dari ayahnya, Bung Karno, sebagai penghargaan atas prestasinya meraih nilai bagus. Sebuah momen kecil yang kelak membentuk perjalanan panjangnya sebagai fotografer.
Fotografi bagi Mas Tok bukan sekadar alat dokumentasi, melainkan sarana menyampaikan pesan dan merekam sejarah. Setiap karyanya menyimpan lapisan emosi dan narasi visual yang mendalam, mulai dari ekspresi wajah yang hening hingga hiruk pikuk panggung hiburan.
Fotografi bagi Mas Tok bukan sekadar alat dokumentasi, melainkan sarana menyampaikan pesan dan merekam sejarah. Setiap karyanya menyimpan lapisan emosi dan narasi visual yang mendalam, mulai dari ekspresi wajah yang hening hingga hiruk pikuk panggung hiburan.
Pameran ini akan menampilkan karya-karya yang jarang dilihat publik, seperti potret kehidupan keluarga, momentum bersejarah Indonesia, hingga sisi personal para tokoh nasional. Beberapa foto hitam putih menonjolkan kelembutan wajah perempuan dalam suasana kontemplatif, sementara yang lain menyoroti dinamika panggung dan semangat musisi dan anak muda dalam aksi budaya pop.
Pameran ini akan menampilkan karya-karya yang jarang dilihat publik, seperti potret kehidupan keluarga, momentum bersejarah Indonesia, hingga sisi personal para tokoh nasional. Beberapa foto hitam putih menonjolkan kelembutan wajah perempuan dalam suasana kontemplatif, sementara yang lain menyoroti dinamika panggung dan semangat musisi dan anak muda dalam aksi budaya pop.
Dengan sentuhan komposisi yang matang dan rasa yang kuat, karya-karya Mas Tok berbicara lintas generasi. Pameran ini bukan hanya persembahan visual, tetapi juga ajakan untuk peduli dan bergerak bersama dalam semangat perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
<div>&nbsp;</div>
Dengan sentuhan komposisi yang matang dan rasa yang kuat, karya-karya Mas Tok berbicara lintas generasi. Pameran ini bukan hanya persembahan visual, tetapi juga ajakan untuk peduli dan bergerak bersama dalam semangat perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno.

Editor : Yayus Yuswoprihanto