MENENGOK MASA PRA SEJARAH LEWAT GHOSTS OF HELL CREEK : STONE GARUDA
20 May 2025 |
22:39 WIB
Seniman yang tergabung dalam Prehistoric Body Theater mementaskan Ghosts of Hell Creek: Stone Garuda pada gladi resik di Teater Salihara, Jakarta, Jumat (16/5/2025). Pentas tersebut memadukan elemen paleontologi, mitologi, dan seni pertunjukan modern. Berlatar di Hell Creek Formation, sebuah situs fosil terkenal di Amerika Utara yang menyimpan jejak kehidupan dari Zaman Kapur akhir, kisah ini membawa penonton menelusuri jejak roh-roh prasejarah yang bangkit kembali dalam bentuk simbolik dan mistis. Salah satu roh paling kuat adalah Stone Garuda, makhluk legendaris yang merepresentasikan kekuatan, kebangkitan, dan konflik antara masa lalu dan masa kini.
Dalam pertunjukan ini, Stone Garuda tidak hanya hadir sebagai makhluk mitologis, tetapi sebagai metafora dari ketakutan dan harapan manusia terhadap alam dan sejarah. Dengan sayap batu dan tubuh yang terbuat dari fosil, Garuda ini menjadi simbol kehidupan yang membatu namun tetap bertenaga. Musik, proyeksi visual, dan koreografi kontemporer berpadu untuk menghidupkan kembali suasana dunia yang hilang, serta menggugah pertanyaan tentang hubungan manusia dengan planet yang diwarisi dari jutaan tahun lalu.
Tema utama dari Ghosts of Hell Creek: Stone Garuda adalah pencarian makna di tengah puing-puing masa lalu. Penonton diajak merenung: apakah kita hanya penonton dalam siklus kehancuran dan kebangkitan bumi? Atau justru kita pewaris cerita yang harus dijaga dan disampaikan? Dengan balutan atmosfer yang misterius dan megah, pertunjukan ini menjadi pengalaman teatrikal yang tak hanya menghibur, tapi juga menggugah kesadaran akan sejarah dan warisan alam yang tak ternilai.
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.