PAMERAN FOTO 70 TAHUN KONFERENSI ASIA-AFRIKA DI BANDUNG

02 May 2025   |   22:33 WIB

Seniman pantomim dan aktivis Wanggi Hoed (<em>kanan</em>) menampilkan <em>performance art</em> atau seni pertunjukan saat pembukaan Pameran Foto 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) bertajuk <em>Bandung Spirit: Asia Afrika, Seremoni dan Aksi Solidaritas </em>di Cikapundung Rivers Spot, Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/4/2025). Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung bersama Raws Syndicat dan Solidaritas Seni Bandung menggelar pameran foto dengan menampilkan 46 foto karya 25 fotografer yang ada di Bandung dan Jakarta dari perhelatan KAA 2005 hingga 2025 serta foto aksi dukungan untuk Palestina sebagai pengingat pentingnya peringatan Ke-70 Tahun KAA sekaligus dalam memperkuat solidaritas dukungan untuk Palestina.<br />
&nbsp;
Seniman pantomim dan aktivis Wanggi Hoed (kanan) menampilkan performance art atau seni pertunjukan saat pembukaan Pameran Foto 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) bertajuk Bandung Spirit: Asia Afrika, Seremoni dan Aksi Solidaritas di Cikapundung Rivers Spot, Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/4/2025). Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung bersama Raws Syndicat dan Solidaritas Seni Bandung menggelar pameran foto dengan menampilkan 46 foto karya 25 fotografer yang ada di Bandung dan Jakarta dari perhelatan KAA 2005 hingga 2025 serta foto aksi dukungan untuk Palestina sebagai pengingat pentingnya peringatan Ke-70 Tahun KAA sekaligus dalam memperkuat solidaritas dukungan untuk Palestina.
 
Pameran Foto 70 Tahun KAA ini adalah sebagai bentuk peringatan momen bersejarah KAA yang diselenggarakan 70 tahun lalu atau pada 1955 di Kota Bandung, sekaligus menyuarakan kebebasan Palestina yang sedang menghadapi kekejaman Israel, dengan menampilkan foto-foto solidaritas masyarakat mulai dari seniman, suporter sepak bola, pemain sepak bola, musisi hingga fotografer itu sendiri dengan caranya tersendiri.
Pameran Foto 70 Tahun KAA ini adalah sebagai bentuk peringatan momen bersejarah KAA yang diselenggarakan 70 tahun lalu atau pada 1955 di Kota Bandung, sekaligus menyuarakan kebebasan Palestina yang sedang menghadapi kekejaman Israel, dengan menampilkan foto-foto solidaritas masyarakat mulai dari seniman, suporter sepak bola, pemain sepak bola, musisi hingga fotografer itu sendiri dengan caranya tersendiri.
Pameran tersebut bercerita tentang Bandung Spirit yang dijabarkan dalam konteks Asia-Afrika, Seremoni dan Solidaritas, dan juga menjadi cara baru dalam menyampaikan pesan dengan menggabungkan dua pendekatan fotografi jurnalistik dan kontemporer secara bersamaan.
Pameran tersebut bercerita tentang Bandung Spirit yang dijabarkan dalam konteks Asia-Afrika, Seremoni dan Solidaritas, dan juga menjadi cara baru dalam menyampaikan pesan dengan menggabungkan dua pendekatan fotografi jurnalistik dan kontemporer secara bersamaan.
Pameran ini juga sebagai bentuk sikap kritis terhadap pemerintah pusat yang tidak menggelar seremoni layaknya peringatan KAA satu sampai dua dekade sebelumnya yang melaksanakan <em>Historical Walk </em>dengan mengundang seluruh pemimpin negara dari Asia dan Afrika.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto<br />
&nbsp;
Pameran ini juga sebagai bentuk sikap kritis terhadap pemerintah pusat yang tidak menggelar seremoni layaknya peringatan KAA satu sampai dua dekade sebelumnya yang melaksanakan Historical Walk dengan mengundang seluruh pemimpin negara dari Asia dan Afrika.

Editor : Yayus Yuswoprihanto