PEMENTASAN LAKON ADUH, KARYA FENOMENAL PUTU WIJAYA
26 February 2025 |
23:25 WIB
Pemain mementaskan lakon berjudul ADUH di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Lakon ADUH dikenal sebagai karya terfenomenal Putu Wijaya yang ditulis pada 1971 yang menggambarkan kehidupan penuh ironi dan kegetiran namun tetap menemukan ruang untuk tawa. Melalui narasi antara humor dan kritikan, ADUH mengajak penonton untuk merenungkan konflik batin manusia.
Kini, setelah setengah abad, lakon tersebut kembali dipentaskan. Sebagian besar pemainnya sudah berganti, bahkan realitas yang melingkupinya juga berubah. Namun, esensi dari naskah ini seolah abadi. Ia adalah potret kemanusiaan yang terus berulang, dan menunggu untuk diatasi.
Naskah ini memenangkan Lomba Penulisan Lakon Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 1974. Berbeda dengan drama konvensionalnya yang realis, Bila Malam Bertambah Malam (1964), naskah ini memang sedikit 'membelot'.
Momen pembuatan naskah ADUH inilah yang mungkin memengaruhi gaya bertutur Putu Wijaya dalam senarai lakon yang lain seperti Aum, Anu, Gerr, Blong, Tai, atau mungkin Merdeka, yang meski bukan drama, visual yang muncul saat dibaca hampir mirip dengan pola pementasan Teater Mandiri.
Menteri Kebudayan Fadli Zon mengatakan lakon ADUH adalah salah satu naskah masterpiece dari Putu Wijaya. Teaterawan asal Bali itu dianggap berhasil menafsir eksistensi manusia yang beragam, yang akhirnya saling bertentangan di realitas.
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.