DISKUSI ROYALTI DAN HAK CIPTA DI ERA DIGITAL

19 February 2025   |   23:07 WIB

Presiden Direktur Wahana Musik Indonesia (WAMI) Adi Adrian (<em>dari kiri</em>), Penyanyi Once Mekkel, Musisi Raim Laode, Penulis Kanti W. Janis, dan pembawa acara Ade Andrini hadir sebagai nara sumber pada diskusi mengenai hak cipta dan royalti di Baca di Tebet, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Pada diskusi tersebut ditekankan pentingnya edukasi mengenai hak cipta dan royalti. Once Mekel dan Raim Laode menyoroti bagaimana para pemilik usaha yang menggunakan lagu untuk kepentingan komersial juga perlu memahami kewajiban membayar royalti.
Presiden Direktur Wahana Musik Indonesia (WAMI) Adi Adrian (dari kiri), Penyanyi Once Mekkel, Musisi Raim Laode, Penulis Kanti W. Janis, dan pembawa acara Ade Andrini hadir sebagai nara sumber pada diskusi mengenai hak cipta dan royalti di Baca di Tebet, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Pada diskusi tersebut ditekankan pentingnya edukasi mengenai hak cipta dan royalti. Once Mekel dan Raim Laode menyoroti bagaimana para pemilik usaha yang menggunakan lagu untuk kepentingan komersial juga perlu memahami kewajiban membayar royalti.
Kesadaran akan hak ekonomi pencipta lagu menjadi fokus utama agar ekosistem musik tetap berkelanjutan di era digital. Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab seputar penerapan royalti dan regulasi hak cipta untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam.
Kesadaran akan hak ekonomi pencipta lagu menjadi fokus utama agar ekosistem musik tetap berkelanjutan di era digital. Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab seputar penerapan royalti dan regulasi hak cipta untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam.
Sebagai penutup, Raim Laode membawakan lagu berjudul Komang, memberikan nuansa meriah sekaligus menggugah apresiasi terhadap karya musik yang memiliki nilai ekonomi.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Sebagai penutup, Raim Laode membawakan lagu berjudul Komang, memberikan nuansa meriah sekaligus menggugah apresiasi terhadap karya musik yang memiliki nilai ekonomi.

Editor : Yayus Yuswoprihanto