THERE IS NO CENTER, KONSEP PAMERAN SENI YANG DINAMIS

17 February 2025   |   23:14 WIB

Like
Sejumlah pengunjung menikmati karya seni yang dipajang pada pameran bertema There Is No Centre di ROH Project, Jakarta, Sabtu (8/2/2025).&nbsp;Pameran yang menampilkan&nbsp;karya dari 18 seniman ini&nbsp;dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari &ndash; 13 April 2025.<br />
&nbsp;
Sejumlah pengunjung menikmati karya seni yang dipajang pada pameran bertema There Is No Centre di ROH Project, Jakarta, Sabtu (8/2/2025). Pameran yang menampilkan karya dari 18 seniman ini dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari – 13 April 2025.
 
Karya-karya dalam pameran ini tidak ditampilkan secara tetap, melainkan mengalami perubahan dari awal hingga pameran berakhir. Dengan konsep yang dinamis dan tidak terduga, pameran ini mendorong pengunjung untuk terus mengeksplorasi ruang dan seni dalam berbagai perspektif.&nbsp;
Karya-karya dalam pameran ini tidak ditampilkan secara tetap, melainkan mengalami perubahan dari awal hingga pameran berakhir. Dengan konsep yang dinamis dan tidak terduga, pameran ini mendorong pengunjung untuk terus mengeksplorasi ruang dan seni dalam berbagai perspektif. 
Selain menjadi ajang eksplorasi artistik, pameran ini juga menawarkan pengalaman visual yang menarik bagi pengunjung. Cara dan tempat karya-karya diposisikan menciptakan ruang yang imersif, menjadikannya spot foto yang menarik dan Instagramable.
Selain menjadi ajang eksplorasi artistik, pameran ini juga menawarkan pengalaman visual yang menarik bagi pengunjung. Cara dan tempat karya-karya diposisikan menciptakan ruang yang imersif, menjadikannya spot foto yang menarik dan Instagramable.
Konsep ini&nbsp; menggabungkan seni, teknologi, dan pengalaman interaktif. Dengan pendekatan inovatif ini, There Is No Centre tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni tetapi juga tempat berinteraksi dan berbagi pengalaman melalui media sosial.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto&nbsp;
Konsep ini  menggabungkan seni, teknologi, dan pengalaman interaktif. Dengan pendekatan inovatif ini, There Is No Centre tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni tetapi juga tempat berinteraksi dan berbagi pengalaman melalui media sosial.

Editor : Yayus Yuswoprihanto