PESONA ARIEL TATUM SANG PENARI RONGGENG

12 August 2024   |   19:52 WIB

Aktris Ariel Tatum melakukan monolog pada pementasan bertajuk Sang Kembang Bale (Nyanyian yang Kutitipkan pada Angin) yang diprakarsai oleh Yayasan Seni dan Budaya Titimangsa bersama Bakti Budaya Djarum Foundation  di NuArt Sculpture Park, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/8/2024).
Aktris Ariel Tatum melakukan monolog pada pementasan bertajuk Sang Kembang Bale (Nyanyian yang Kutitipkan pada Angin) yang diprakarsai oleh Yayasan Seni dan Budaya Titimangsa bersama Bakti Budaya Djarum Foundation  di NuArt Sculpture Park, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/8/2024).
Pementasan monolog tersebut terinspirasi dari kesenian Ronggeng Gunung, sebuah sajian seni pertunjukan klasik dari Jawa Barat. 
Pementasan monolog tersebut terinspirasi dari kesenian Ronggeng Gunung, sebuah sajian seni pertunjukan klasik dari Jawa Barat. 
Sang Kembang Bale sukses memikat ratusan pasang mata yang hadir menyaksikan pentas tersebut pada Sabtu (10/8/2024) dan Minggu (11/8/2024), dengan tarian dan kidungnya yang seakan menceritakan bait demi bait, kisah hidup sosok bernama Pijar.
Sang Kembang Bale sukses memikat ratusan pasang mata yang hadir menyaksikan pentas tersebut pada Sabtu (10/8/2024) dan Minggu (11/8/2024), dengan tarian dan kidungnya yang seakan menceritakan bait demi bait, kisah hidup sosok bernama Pijar.
Selama satu setengah jam para penonton disuguhi pementasan apik Ariel Tatum yang diiringi empat penari pria, serta tiga pemain gamelan gong, kendang serta kenong. 
Selama satu setengah jam para penonton disuguhi pementasan apik Ariel Tatum yang diiringi empat penari pria, serta tiga pemain gamelan gong, kendang serta kenong. 
Sajian monolog tersebut sukses menghadirkan sosok wanita pekerja keras, mandiri, memiliki visi dan sekaligus tangguh. Suasana mistis dan lirih kerap terasa saat sang pemeran utama menembangkan kidung sunda.<br />
<br />
Editor : Yayus Yuswoprihanto
Sajian monolog tersebut sukses menghadirkan sosok wanita pekerja keras, mandiri, memiliki visi dan sekaligus tangguh. Suasana mistis dan lirih kerap terasa saat sang pemeran utama menembangkan kidung sunda.

Editor : Yayus Yuswoprihanto