Ilustrasi menu sehat ala Jepang. (Sumber gambar: Unsplash/Richard Iwaki)

Ini 5 Rahasia Tubuh Langsing Orang Jepang

20 January 2023   |   11:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Obesitas menjadi masalah serius di Indonesia. Angkanya terus meningkat dalam beberapa tahun. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, satu dari lima orang dewasa, satu dari lima anak berusia 5-12 tahun, dan satu dari tujuh remaja berusia 13-18 tahun di Tanah Air mengalami kelebihan berat badan ini. 

Jika dibiarkan, obesitas berisiko dua kali lipat mengakibatkan terjadinya serangan jantung koroner, strok, diabetes melitus, dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Risiko lainnya berupa peradangan sendi, asma, masalah pencernaan dan hati, gagal ginjal, hingga berbagai jenis kanker lho, Genhype

Baca juga: Wujudkan Resolusi Tahun Baru, Yuk Simak Tip Diet Sehat Ini

Oleh karena itu, penting untuk menjaga berat badan agar kamu tidak mengalami obesitas. Bagi yang sudah mengalami kondisi ini, mulailah menerapkan gaya hidup sehat agar risiko-risiko penyakit tersebut bisa direduksi. 

Saat ini, ada beragam cara yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan berat badan atau menjaga berat badan tetap ideal. Beberapa diantaranya, kamu bisa meniru pola penurunan berat badan yang menjadi rahasia orang Jepang selama ini. 

Tidak dipungkiri, orang Jepang memiliki tingkat obesitas terendah serta harapan hidup yang panjang. Ini tidak lepas dari kebiasaan warga Negeri Tirai Sakura itu dalam mengonsumsi makanan, diet, hingga berolahraga lho. 

Buat kamu yang tertarik, intip rahasia tubuh ideal ala orang Jepang berikut ini yuk!

1. Metode Penyajian dan Menu Sehat

Dalam penelitan yang dirilis di Jepang, pola makan orang Jepang berubah seiring waktu. Kendati demikian, ada pola makan yang diterapkan sejak 1975 dan membuat orang-orang di Negeri Tirai Sakura itu memiliki risiko rendah mengalami diabetes dan perlemakan hati. 

Associate professor, Sekolah Pascasarjana Ilmu Pertanian Universitas Tohoku, Tsuduki Tsuyoshi mengatakan berdasarkan analisis gen di hati, pihaknya menemukan penguraian lemak yang relatif aktif dan menekan sintesis asam lemak pada kelompok yang menerapkan pola diet pada 1975. Diet ini menekan penumpukan lemak dan lemak visceral di hati. 

Nah, diet Jepang 1975 ini dimulai dengan menyiapkan menu harian menjadi beberapa mangkuk. Daripada makan satu piring besar, mereka sering makan dari mangkuk kecil sambil menikmati beberapa hidangan berbeda, biasanya nasi, miso, ikan atau daging, lalu dua atau tiga hidangan sayuran. 

Makanan disajikan bersamaan dan dimakan secara bergiliran. Semua makanan lebih banyak direbus, dikukus, dan disajikan mentah.

Makanan yang digoreng dan ditumis jarang disajikan karena memasak dengan api besar, seperti saat menggoreng dengan minyak, bisa menyebabkan nutrisi rusak. Sementara makanan mentah lebih padat nutrisinya, jauh lebih sulit untuk dicerna oleh tubuh, dan dianggap mendinginkan tubuh dengan standar holistik.

Dalam hal komposisi, diet 1975 kaya akan produk kedelai, makanan laut, umbi-umbian, sayuran hijau dan kuning (termasuk acar), buah, rumput laut, jamur, dan teh hijau. Telur, produk susu, dan daging juga dikonsumsi, tetapi dalam jumlah sedang.


2. Bumbu

Pada umumnya, orang Jepang menggunakan bumbu fermentasi seperti kecap, miso, cuka, mirin, dan sake. Tidak lupa penyajian dengan kaldu dashi yang membantu memberikan rasa memuaskan pada makanan tanpa penggunaan garam dan gula berlebihan.

Sementara itu, perasa seperti jahe atau miso yang disajikan dapat membantu pencernaan dan sirkulasi tubuh. Sup miso biasanya dibuat dengan rumput laut, kerang, tahu dan sayuran dalam stok kedelai fermentasi.


3. Kunyah Makanan dengan Benar

Salah satu trik orang Jepang memiliki tubuh ideal walau makan banyak yakni mengunyah makanannya dengan benar. Para ahli menybebut idealnya mengunyah makanan sebanyak 32 kali sebelum akhirnya ditelan. 

Mengunyah makanan dengan benar dapat membuat kamu merasa lebih kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama. Metode ini juga memudahkan proses pencernaan makanan yang masuk ke dalam tubuh.
1
2


SEBELUMNYA

Kolaborasi Diskoria, Laleilmanino, dan BCL Hadirkan Harapan dengan Badai Telah Berlalu

BERIKUTNYA

Yaahh… Fan Meeting Song Kang di Jakarta Batal, Ini Alasan Pihak Promotor

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: