Tak hanya memacak arsip, pameran ini juga dilengkapi video dan instalasi mengenai sosok penyair di mata liyan (sumber gambar Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Pameran 100 Tahun Chairil Anwar, Mengenang si Binatang Jalang dalam Lembaran-lembaran Arsip

02 November 2022   |   19:58 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Penyair Chairil Anwar sudah pergi mendahului kita semua. Dia meninggal sebelum genap berusia 27 tahun. Meski meninggal muda, namanya akan tetap dikenang sebagai pendobrak kesusastraan Indonesia. Puisi-puisinya abadi, dan tetap relevan meski diterjang zaman.

Di pameran bertajuk Aku Berkisar Antara Mereka di Galeri Salihara, Jakarta, yang berlangsung dari 28 Oktober hingga 4 Desember 2022, kita bisa melihat kisah perjalanan penyair ini dalam lembaran-lembaran arsip.

Ibarat Lazarus (orang yang dihidupkan lagi setelah mati oleh Yesus), sajak-sajak tajam Chairil Anwar bangkit sebagai arsip di galeri tersebut. Mereka bertaburan, menjelma instalasi, menempel di tembok, dan lantai secara estetik.

Baca juga: Salihara Gelar Seratus Tahun Chairil Anwar, Rayakan Satu Abad 'Si Binatang Jalang'

Bukan tanpa alasan memang, Salihara memperingati 100 tahun Si Binatang Jalang itu. Chairil Anwar, sebagai penyair memang telah menempati posisi khusus di khazanah sastra Indonesia. Khususnya sebagai pelopor puisi modern.

Memasuki ruangan pamer, pengunjung akan disambut kronik perjalanan hidup penyair angkatan 45 tersebut. Chairil merupakan anak dari pasangan Toeloes Manan dan Saleha. Dia lahir di Medan, Sumatra Utara, pada 26 Juli 1922.
 

sumber gambar (Hypeabis/Prasetyo Agung Ginanjar)

Sumber gambar (Hypeabis/Prasetyo Agung Ginanjar)

Tak hanya memacak arsip, pameran ini juga dilengkapi video mengenai sosok penyair di mata liyan. Foto-foto Chairil pada masa muda, serta kisah tentang orang-orang yang turut membentuk sikap kepenyairannya. Tak ayal, suasana pameran jadi lebih hidup. Terlebih diputar juga lagu opera di ruang pamer.

Beberapa arsip yang terdiri dari buku, majalah, koran, dan coretan tangan Chairil tersebut merupakan koleksi dari Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin. Pameran ini juga dapat jadi pengalaman estetik sekaligus epistemik bagi publik sastra. 

"Perayaan 100 tahun ini untuk memaknai ulang kontribusi sang penyair [Chairil Anwar] kepada sastra Indonesia, serta mendekonstruksi mitos-mitos seputar karya-karyanya," kata Laksmi Pamuntjak, salah satu kurator pameran dalam catatan kuratorialnya.

Meski seolah berada di rimba kata-kata Chairil, pengunjung akan dimudahkan dengan garis penanda waktu yang merentang dari 1922-1949. Dari sinilah kita diajak untuk menjelajahi waktu menyimak kisah penyair idealis itu.
 

Sumber gambar (Hypeabis/Prasetyo Agung Ginanjar)

Sumber gambar (Hypeabis/Prasetyo Agung Ginanjar)

Pada 1937 misalnya, saat Chairil muda membaca novel Sutan Takdir Alisjahbana, Layar Terkembang, hingga akhirnya disita polisi. Dia pun menyadari bahwa karya sastra bisa berfungsi sebagai alat perlawanan. Dari sinilah Chairil tahu takdir hidupnya adalah untuk menulis.

Chairil juga sempat berkunjung ke rumah keluarga dari pihak sang ayah di Nagari Taeh Baruah, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Pada 1942, di rumah tersebut dia menulis puisi pertamanya berjudul Nisan yang mengisahkan tentang kematian neneknya.

Empat tahun berselang, Chairil menikah dengan Hapsah Wiriaredja yang dia kenal saat berkunjung ke Karawang. Mereka dikaruniai seorang anak bernama Evawani Alissa. Namun, bahtera rumah tangga Chairil hanya berumur tiga tahun, pasangan tersebut bercerai pada 1949.

Selepas bercerai kehidupan Chairil makin tak teratur. Penyakit yang dia derita pun semakin parah, dia akhirnya harus dibawa ke Rumah sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Chairil meninggal setelah 7 hari dirawat, tepatnya pada 28 April 1949.

Baca juga: Profil Seniman Nasjah Djamin: Murid dari Pelukis Sudjojono & Sastrawan Chairil Anwar
1
2


SEBELUMNYA

Resep Bihun Goreng ala Restoran Chinese Food, Cocok jadi Sajian Makan Malam Keluarga

BERIKUTNYA

Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 ditunda, Cek Syarat Refund

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: