Ilustrasi penelitian di laboratorium. (Sumber gambar : DC Studio/Freepik)

Intip Daftar 5 Penelitian Kulit & Rambut Terbaru dari Indonesia, Ada yang Pakai Bawang Hitam Lho

20 September 2022   |   21:59 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Penelitian terhadap kulit dan rambut kembali digencarkan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga penampilan. Lagi pula, penelitian di bidang ini masih sangat terbatas jumlahnya, terutama ketika bicara produk yang cocok dengan kondisi masyarakat Indonesia. 

Bicara kapasitas, sebenarnya banyak peneliti Indonesia yang kompeten untuk melakukan penelitian mengenai kulit dan rambut. Tercermin dari diterimanya 29 proposal dari program Hair & Skin Research Grant yang digelar L’Oréal. Namun melalui seleksi penjurian yang ketat, terpilih 5 proposal yang mendapat dana hibah penelitian dengan total Rp375 juta. 

Baca juga: Ingin Ganti Gaya Rambut? Contek 7 Rekomendasi Warna untuk Rambut Pendek Ini

Presiden Direktur L’Oréal Indonesia, Junaid Murtaza mengatakan pihaknya terus mendukung para peneliti untuk menghasilkan ide dan inovasi baru yang dapat membantu memberikan solusi untuk masalah dan tantangan global saat ini dan masa depan.

Medical Director L’Oréal Research, Innovation and Technologies Dr. Michèle Verschoore menyebut saat ini pihaknya membentuk kecantikan melalui sains di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dibandingkan negara lain, Indonesia dianggap memiliki jumlah dermatolog lebih sedikit. 

Oleh karena itu, pihaknya ingin mengoptimalkan para peneliti yang ada, serta menumbuhkan minat akan sains dari generasi muda, termasuk melalui program filantropi Hair & Skin Research Grant. Selain berkesempatan untuk merealisasikan proposal penelitian mereka, kelima tim pemenang juga mendapatkan kesempatan lebih besar untuk ditampilkan dalam jurnal internasional. 

“Saya berharap proyek-proyek terpilih tahun 2022 semuanya sukses, dan penelitian mereka dapat memberikan dampak nyata bagi dunia sains, peneliti, dermatolog, dan konsumen Indonesia,” tuturnya saat mengumumkan pemenang Hair & Skin Research Grant di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (20/9/2022). 

Ketua Umum PERDOSKI dr. M. Yulianto Listiawan menjabarkan bahwa dewan juri menentukan pemenang dengan kriteria value and significance, scientific quality, originality, dan feasibility. Program yang dibuat L’Oréal bekerja sama dengan PERDOSKI dan Universitas Indonesia ini bertujuan untuk memajukan para peneliti dan dermatolog Indonesia dalam membuat penelitian mengenai rambut dan kulit. 

Yulianto berharap hasil akhir dari program ini dapat memberikan sumbangsih nyata dalam peningkatan kualitas perawatan rambut dan kulit yang dihadapi masyarakat sehari-harinya di Indonesia.

Berikut lima tim pemenang Hair and Skin Research Grant 2022 dengan proposal penelitiannya : 


1. Potensi bawang hitam untuk anti jerawat 

 

Peneliti bawang hitam untuk kulit. (Sumber gambar : Desyinta/Hypeabis.id)

Peneliti bawang hitam untuk kulit. (Sumber gambar : Desyinta/Hypeabis.id)


Digawangi dr. Ambar Rialita, penelitian ini bertajuk Potensi Bawang Hitam Tunggal sebagai Anti-Jerawat yang Disebabkan Bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis.

Jerawat merupakan salah satu permasalahan pada kulit yang paling banyak terjadi, dan dialami perempuan maupun laki-laki. Banyak faktor yang memicu munculnya jerawat, tetapi bakteri patogen Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphyllococcus epidermidis merupakan penyebab utama jerawat. 

Pengobatan untuk mengontrol gejala dan tingkat keparahan jerawat terbilang tidak mudah karena resistensinya terhadap antibakteri, seperti antibiotik dari golongan linkosamide. Namun demikian, tetap ada celah untuk mengatasinya.

Seperti yang dilakukan ambar dengan meneliti bawang hitam untuk mengatasi jerawat. Melalui riset ini, dia akan menguji potensi ekstrak bawang hitam tunggal untuk menghambat pertumbuhan bakteri pathogen penyebab jerawat Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphyllococcus epidermidis.

Ambar menerangkan bawang hitam mengandung senyawa aktif antibakteri yang lebih tinggi dibanding bawang putih segar. Senyawa aktif yang dimaksud antara lain allicin dan S-allyl cysteine (SAC) yang diketahui memiliki sifat antibakteri, untuk melawan bakteri berdinding sel tebal (bakteri Gram positif) maupun bakteri dengan dinding sel yang lebih tipis (Gram negatif).
1
2


SEBELUMNYA

Mau Liburan ke Luar Negeri? 5 Barang Ini Wajib Masuk Koper

BERIKUTNYA

Model Asal Indonesia Debut Internasional di London Fashion Week

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: